
“Zankore by Indosat akan mendorong kemampuan Asia Tenggara dalam membentuk masa depan AI yang berkelanjutan,” ucapnya.
Di sisi lain, Justin Hotard, President and CEO Nokia menekankan pentingnya konektivitas dalam ekosistem tersebut. Menurutnya, perkembangan AI membutuhkan orkestrasi antara komputasi, jaringan, dan sistem kontrol agar infrastruktur dapat bekerja secara aman dan efisien.
Disiapkan untuk Perang AI Regional
Untuk mengelola ekspansi tersebut, Zankore telah membentuk jajaran pimpinan yang dipimpin Vikram Sinha sebagai Director sekaligus Chairman of the Board. Posisi direktur diisi Aziz Aluthman Fakhroo, Thomas Chevanne, Vishal Gupta, dan Arijit Ranjan Sarker, sedangkan Ulf Ewaldsson dipercaya sebagai CEO.
Kehadiran Zankore menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem AI di kawasan ketika teknologi tersebut semakin memengaruhi industri, bisnis hingga kehidupan sehari-hari.
Dengan target kapasitas hingga 1 GW, proyek ini pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa besar pusat komputasi yang mampu dibangun. Yang lebih penting adalah bagaimana infrastruktur tersebut dapat menjadi ‘mesin’ baru bagi lahirnya inovasi AI dari Indonesia dan Asia-Pasifik.
Jika ambisi tersebut berjalan sesuai rencana, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga memiliki peran lebih besar sebagai salah satu pusat infrastruktur yang menopang pertumbuhan AI di kawasan. */ana/ap
















