
Faizah Rosyidah, istri Ketua RT 33 RW 13 Perumahan Graha Al Ikhlas, mengatakan konsep tersebut sengaja dibuat agar seluruh anak mendapatkan pengalaman yang sama.
Menariknya, keberanian mereka tampil juga mendapat apresiasi. “Setiap anak yang berpartisipasi memperoleh angpau sebagai bentuk penghargaan,” ungkap Faizah kepada iniSurabaya.com.
Dengan begitu, tidak ada anak yang merasa hanya menjadi penonton dalam pesta kemerdekaan di lingkungannya sendiri.
Dari Anak-anak hingga Warga Senior Ikut Terlibat
Semangat kebersamaan juga terlihat dari keterlibatan lintas usia. Salah seorang remaja dipercaya menjadi pembawa acara utama. Ia bukan hanya memandu jalannya kegiatan, tetapi juga ikut menciptakan suasana yang santai dan akrab.
Kehadiran anak-anak, remaja, orang tua hingga warga lanjut usia membuat perayaan terasa sebagai pesta milik bersama. “Warga tidak datang hanya untuk melihat pertunjukan. Mereka menjadi bagian dari rangkaian acara,” imbuh Faizah.
Dukungan bahkan datang dari pelaku usaha yang tinggal di lingkungan RT 33. Salah satunya Catering Jatiroso yang ikut memberikan kontribusi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.
Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa semangat gotong royong masih bisa tumbuh kuat dari lingkungan paling dekat, yakni tetangga dan tempat tinggal sendiri.

















