
Sebanyak 18 tenant UMKM ikut ambil bagian dengan menawarkan beragam produk, mulai dari makanan dan minuman hingga produk lainnya.
Kehadiran bazaar membuat festival memiliki sisi lain. Pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan perlombaan, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan pelaku usaha dan menikmati berbagai produk lokal.
Bagi pelaku UMKM, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas eksposur sekaligus membangun hubungan langsung dengan calon konsumen.
Pada akhirnya, Festival Kemerdekaan Aston Sidoarjo menunjukkan bahwa perayaan HUT RI dapat dikemas dalam banyak bentuk. Ada anak-anak yang berani tampil di atas panggung, keluarga yang memberikan dukungan dari pinggir arena, komunitas yang berkompetisi, hingga pelaku UMKM yang memanfaatkan keramaian untuk memperkenalkan produknya.
Memasuki tahun keempat, festival ini tak lagi sekadar agenda perayaan tahunan. Ia berkembang menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan berbagai kalangan dalam satu suasana: merayakan kemerdekaan sambil berkarya, berkompetisi, dan memperkuat kebersamaan.
Bagi Aston Sidoarjo, antusiasme yang terus tumbuh menjadi alasan untuk menjaga festival tersebut sebagai agenda yang dapat terus dinantikan masyarakat setiap Agustus. */ana/ap
















