Workshop Dipandu Bangun Asmoro, Anggota IWPI Jatim Tak Lagi Sepelekan Melukis Bunga

0
41

Bergembira dengan hasil karya masing-masing setelah selesai mengikuti Workshop Melukis bersama Bangun Asmoro.

Berdasarkan pengalaman Bangun, melukis bunga dengan teknik palet harus disertai pendalaman filosofi. Artinya, setiap objek bunga yang ditampakkan tidak sekadar hiasan visual, melainkan hasil penyelaman karakter objek agar memiliki nilai batin. Sehingga meskipun objeknya sederhana, bunga, tapi tetap menampung emosi yang kuat.

Hal tersebut coba dipahamkan Bangun kepada peserta workshop. Tapi rupanya melukis bunga dengan menggunakan pisau palet tak mudah diterapkan. Namun, dengan sabar dan telaten Bangun menuntun ibu-ibu cara membuat tumpukan cat tebal di atas kanvas untuk membentuk relief nyata yang memberikan efek kedalaman dan kekuatan pada bentuk kelopak bunga.

Cara itu bertujuan membuat visual bunga yang tampak hidup, dinamis, dan enak dipandang. Mendapatkan kesempatan belajar langsung dari ahlinya, Fifin Widyaprasti meminta Bangun mencontohkan gerakan menggunakan pisau palet di hadapannya. Susy Zackia dari Lumajang belajar bagaimana menggores bebas, sementara Nuniek Silalahi menyimak bagaimana membentuk ketepatan bentuk objek bunga serta vas bunga.

Dari workshop singkat itu, peserta makin meyakini bahwa objek bunga tak dapat disepelekan. Kata Bangun, perlu pendekatan estetika yang tepat sehingga ia sendiri nyaman dengan karya bunganya yang terbukti bisa diterima masyarakat luas dan memenuhi selera pasar. Selama prinsip utamanya dipegang: karya seni harus komunikatif dan berfilosof. Sekalipun itu bunga.

Sebagai pelukis yang berkarya lebih dari 30 tahun, Bangun menabung pengalaman panjang dalam berguru pada kehidupan. Lahir dari proses otodidak, sapuan warna dan komposisi bunganya memiliki kematangan teknik yang konsisten. Tak heran, sudah ribuan karya Bangun, termasuk bunga, telah melalang sampai ke mancanegara seperti Australia dan Belanda.

Asyiknya ibu-ibu anggota IWPI Jawa Timur mengikuti Workshop Melukis yang digelar bersamaan dengan Baksos bersama anak-anak panti dari Yayasan Baitul Farah Sidoarjo.

Bangun dikenal lewat karya lukisannya yang impresif, konsistensinya di dunia seni rupa, serta keahlian khususnya dalam melukis objek bunga dan melukis di atas lilin sejak 1987. Pesannya, pisau palet tak boleh asal mengoles cat pada kanvas. Pada tiap lukisan yang diciptakan, selamilah objeknya agar ada nilai-nilai filosofi pada objeknya yang mewujud dalam lukisan.

Atas digelarnya Workshop Melukis, Wakil Ketua IWPI Jatim Widijawati Wilopo mewakili Ketua IWPI Jatim Nunung Harso, menyampaikan salut atas antusiasme anggota IWPI Jatim meningkatkan kemampuan melukis terutama dengan teknik palet bersama pakarnya. “Biar bunga yang dibikin ibu-ibu makin bagus dan punya aura yang kuat seperti lukisan Pak Bangun,” katanya.

Dijelaskan Widijawati, di IWPI Jatim, pembinaan skill anggota sangat diperhatikan. Salah satunya lewat program Seksi Pendidikan yang dikoordinatori Maria Nofita baik untuk internal dan eksternal. “Apa yang dilatihkan kali ini semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan. Apalagi ibu-ibu di sini tak hanya berkarya tapi membuat sesuatu untuk dijual, baik berupa lukisan kanvas, tas, baju, maupun kerudung,” ujarnya. */hpy

1 2

Comments are closed.