
Yoyok Triyono (dua dari kiri) dikukuhkan sebagai Ketua DPD Gemi Jawa Timur.
iniSURABAYA.com – Asosiasi Gemi (Gemar Melancong Indonesia) memperkuat langkah organisasi untuk mengembangkan potensi pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di berbagai daerah.
Melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya, Sabtu (15/8/2026), peserta sepakat menetapkan Yoyok Triyono sebagai Ketua DPD Gemi Provinsi Jawa Timur.
Musda Gemi Jawa Timur menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menyatukan visi dalam membangun ekosistem pariwisata yang dapat memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat.
Yoyok Triyono yang selama ini aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat menyambut antusias keputusan Musda tersebut. Ia menilai amanah sebagai Ketua DPD Gemi Jawa Timur merupakan tanggung jawab untuk mengembangkan potensi daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Saya menyambut baik keputusan Musda hari ini. Ini tentu menjadi amanah sekaligus tanggung jawab untuk bersama-sama membangun Gemi agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan pariwisata dan pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar Yoyok.
Menurutnya, Jatim memiliki kekayaan destinasi wisata, budaya, kuliner, ekonomi kreatif dan potensi UMKM yang sangat besar. Seluruh potensi tersebut perlu dikembangkan secara terintegrasi agar memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.
Ari Prabowo, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gemi, mengatakan penguatan organisasi di daerah menjadi bagian penting dari strategi Gemi untuk memperluas sinergi antara sektor pariwisata dan UMKM.
“Gemi ingin membangun sinergi UMKM dan pariwisata secara lebih luas. Pariwisata tidak hanya soal destinasi, tetapi juga bagaimana perjalanan wisata dapat menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kuliner, produk UMKM, ekonomi kreatif, kerajinan dan berbagai usaha lokal,” kata Ari.
Ia menegaskan, Gemi akan mempercepat pembentukan kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di seluruh Indonesia. “Dengan jaringan yang semakin luas, sinergi antara pariwisata dan UMKM dapat dibangun lebih kuat dari daerah hingga nasional,” ujarnya.
Pariwisata sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Gemi diarahkan menjadi wadah yang mendorong masyarakat untuk mengenal dan mengembangkan destinasi wisata di Indonesia sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
Konsep tersebut membuka ruang kolaborasi antara komunitas wisata, pelaku UMKM, pengelola destinasi, ekonomi kreatif, pemerintah daerah, pelaku usaha hingga masyarakat.
Catur Ardy, peserta Musda Catur Ardy dari Surabaya memberikan apresiasi terhadap terbentuknya kepengurusan Gemi Jawa Timur.
“Saya melihat Gemi memiliki peluang besar untuk menjadi penghubung antara wisatawan, pelaku UMKM dan potensi lokal. Kalau dikelola bersama, wisatawan tidak hanya datang berkunjung, tetapi juga bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tandasnya.
Ia berharap Gemi dapat aktif mengembangkan program wisata berbasis masyarakat serta memperkenalkan produk-produk lokal kepada wisatawan.
“Jangan sampai potensi wisata hanya menjadi tempat yang dikunjungi. Di sekitarnya harus tumbuh UMKM, kuliner, produk kreatif dan usaha masyarakat. Ini yang menurut saya bisa menjadi kekuatan Gemi,” imbuhnya.
Dengan terpilihnya Yoyok Triyono sebagai Ketua DPD Gemi Jawa Timur, organisasi tersebut diharapkan segera menyusun program kerja yang mampu memperkuat kolaborasi antara sektor pariwisata dan UMKM.
Musda Gemi Jawa Timur pun menjadi langkah awal untuk memperluas gerakan Gemi sekaligus membangun jaringan nasional yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. ap
















