
Merekam Wajah Lama Surabaya
Cerita lain datang dari Budi AN, seniman yang berbasis di Kampung Wisata Heritage Peneleh Surabaya. Budi memilih sejumlah bangunan dan rumah tua sebagai sumber inspirasinya. Gedung Cerutu, Gedung Singa, serta rumah-rumah kuno di kawasan Lawang Seketeng dan Peneleh menjadi bagian dari karya yang dipamerkannya.
Berbeda dari tiga rekannya, Budi menggunakan cat air di atas kanvas kertas. Pilihan tersebut menghasilkan warna-warna yang syahdu, sekaligus memberikan kesan lembut pada bangunan-bangunan tua yang menjadi objek lukisannya.
Jika disatukan, karya keempat seniman tersebut seperti menawarkan perjalanan kecil melintasi Surabaya dan Indonesia—dari kisah perjuangan, keberagaman manusia, hingga bangunan-bangunan yang menjadi saksi perjalanan sebuah kota.
Eddy Marga, Koordinator Empat Serangkai mengapresiasi konsistensi Quds Royal Hotel dalam menyediakan ruang bagi seniman lokal untuk bertemu dengan publik.
“Proses kreatif para pelukis tidak pernah berhenti. Upaya Manajemen Quds Royal Hotel yang secara konsisten memberikan ruang publik bagi para seniman untuk berekspresi merupakan penghargaan tersendiri bagi kami,” kata Eddy.
















