Borobudur ‘Dihidupkan’ Lewat Ethical AI: Ada 8 Pengalaman Imersif di Galeri Indonesia Kaya

Galeri Indonesia Kaya menggelar ‘Purwacarita Borobudur: Jelajah Sejarah dalam Ruang dan Rasa’, sebuah pengalaman imersif yang memadukan sejarah, budaya, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI). (foto: dok)
Sejarah Borobudur Masuk ke Ruang Imersif
Melalui kolaborasi Galeri Indonesia Kaya, Bening Digital Indonesia, dan Curaweda, pengunjung diajak menelusuri asal mula Kāmulan i Bhūmisambhāra, sebagaimana disebut dalam prasasti kuno, sekaligus memahami kemegahan kosmologi Candi Borobudur.
Relief yang selama berabad-abad menjadi bagian dari bangunan Borobudur diterjemahkan menjadi rangkaian pengalaman visual dan teater imersif.
Salah satunya menghadirkan kisah tentang hukum sebab-akibat atau karma melalui relief Karmawibhangga. Ada pula kisah cinta dan kesetiaan Pangeran Sudhana dan Putri Manohara yang bersumber dari relief Avadana.
Pengunjung juga diperkenalkan dengan dua tokoh dari Wangsa Sailendra, yakni Raja Samaratungga dan Putri Pramodhawardhani. Keduanya menjadi bagian dari perjalanan untuk mengenal keseharian sekaligus visi di balik pembangunan hingga peresmian Borobudur.
Pengalaman tersebut tidak berhenti pada visual. Dengan bantuan sensor gerak, pengunjung dapat memicu respons berbagai flora dan fauna yang tergambar dalam relief, seperti burung merak, rusa Jawa, dan gajah.

















