Borobudur ‘Dihidupkan’ Lewat Ethical AI: Ada 8 Pengalaman Imersif di Galeri Indonesia Kaya

Galeri Indonesia Kaya menggelar ‘Purwacarita Borobudur: Jelajah Sejarah dalam Ruang dan Rasa’, sebuah pengalaman imersif yang memadukan sejarah, budaya, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI). (foto: dok)
Tim kreatif juga melakukan kunjungan lapangan ke Borobudur sebagai salah satu rujukan visual. “Teknologi digital memiliki potensi besar untuk mendekatkan sejarah kepada publik, selama teknologi mengikuti disiplin sejarah, bukan sejarah yang mengikuti tuntutan teknologi,” kata Dr Sri Margana MPhil, kurator Departemen Sejarah FIB UGM
Bagi Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan sejarah dan budaya Indonesia lebih dekat dengan generasi masa kini.
“Melestarikan budaya bukan hanya tentang menjaga warisan masa lalu, tetapi juga memastikan cerita, nilai, dan identitas di dalamnya tetap hidup dan relevan bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Pertemukan Budaya, Teknologi, dan Kreativitas
Purwacarita Borobudur pada akhirnya bukan sekadar pertunjukan berbasis teknologi. Karya ini mempertemukan perspektif budaya, riset, teknologi, dan pengembangan bisnis dalam satu pengalaman.
Bening Digital Indonesia berperan sebagai business consultant yang berkolaborasi dengan Curaweda dan Galeri Indonesia Kaya dalam mengembangkan karya imersif berbasis AI tersebut.
















