
Dalam rangka Hari Literasi 2026, IKWI menggelar Zoom Meeting yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. kegiatan yang berlangsung secara hybrid melalui Zoom Meeting itu mengangkat tema 'Leadership Berintegritas, Bersinergi, dan Adaptif'. (foto: dok)
Kolaborasi itu, menurut dia, diperlukan karena penguatan organisasi tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Organisasi membutuhkan tata kelola, koordinasi, dan komunikasi yang baik, sekaligus anggota yang terus mengembangkan wawasan dan kemampuannya.
“Kita ingin setiap Ketua IKWI, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, bukan sekadar menjadi pemegang jabatan, tetapi menjadi penggerak organisasi yang mampu merangkul anggota, mengembangkan potensi, membangun kerja sama, serta menyiapkan keberlanjutan organisasi,” tandasnya.
Rabiatun menilai kebersamaan antara pengurus menjadi salah satu kunci keberlangsungan organisasi. Karena itu, sinergi tidak hanya dibutuhkan antara pusat dan daerah, tetapi juga di antara unsur kepengurusan di setiap tingkatan.
Tak Berhenti sebagai Diskusi
Rabiatun berharap pengetahuan dan gagasan yang muncul dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai bahan diskusi. Peserta diharapkan dapat menerjemahkannya ke dalam program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi di daerah masing-masing.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan komitmen bersama Ketua IKWI se-Indonesia, pembacaan Deklarasi/Komitmen Literasi Kepemimpinan IKWI oleh Ketua Umum PP IKWI, serta foto bersama.
Melalui kegiatan ini, literasi ditempatkan bukan hanya sebagai kemampuan memahami bacaan, tetapi juga sebagai bekal untuk bersikap di tengah perubahan. Sebab, di era ketika informasi bergerak semakin cepat, kemampuan untuk berhenti sejenak, memahami, memeriksa, lalu mengambil keputusan menjadi bagian penting dari kepemimpinan yang berintegritas dan adaptif. */ana/ap
















