
ILUSTRASI: Car Free Day di Taman Bungkul. (foto: dok)
iniSURABAYA.com – Pemkot Surabaya memperketat penjagaan di kawasan Jalan Tunjungan atau Tunjungan Romansa hingga area Car Free Day (CFD). Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan pengunjung serta mencegah maraknya aktivitas donasi ilegal dan dugaan eksploitasi hewan di ruang publik.
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya menegaskan bahwa ia telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) untuk meningkatkan pengawasan di tempat-tempat wisata dan area CFD, khususnya area Tunjungan Romansa.
“Sudah saya sampaikan kepada seluruh teman-teman Pemkot, baik Satpol PP, DLH, maupun Pariwisata. Seperti di daerah Tunjungan, tidak boleh ada yang seperti itu (mengganggu pengunjung). Saat ada CFD juga tidak boleh karena bisa mengganggu orang berolahraga,” ujar Eri Cahyadi, Sabtu (26/9/2026).
Cak Eri –begitu sapaan akrab Wali Kota Surabaya ini—menyampaikan, bahwa penertiban ini tidak hanya menyasar satu jenis kegiatan saja, melainkan seluruh aktivitas seperti penggalangan donasi tanpa izin resmi, pedagang asongan yang mengganggu ruang gerak masyarakat dan kegiatan lainnya yang berpotensi mengganggu wisatawan.
“Donasi itu kan harus ada izinnya. Donasi ini untuk siapa? Terus di mana? Bentuknya seperti apa? Apakah ini bentuk kesehatan? Ada suratnya tidak? Hal tersebut yang kita perketat lagi pengawasannya,” tandasnya.















