Nyoman Nuarta: Di Balik GWK dan Istana Garuda Ada Gagasan yang Harus Diperjuangkan

0
202

iniSURABAYA.com — Patung raksasa tidak lahir hanya dari sketsa yang tampak indah di atas kertas. Di baliknya ada gagasan yang harus diperjuangkan, biaya yang harus dihitung, teknologi yang harus dikuasai, hingga tim yang mampu mengubah imajinasi menjadi konstruksi nyata.

Bagi I Nyoman Nuarta, membuat karya monumental justru dimulai ketika gagasan itu selesai dibayangkan. Setelah itu, perjuangan yang sesungguhnya baru berjalan, yakni meyakinkan pihak lain, mencari sumber pembiayaan, menyusun proposal, menghitung risiko, menemukan teknologi yang tepat, hingga memastikan karya berukuran raksasa tersebut dapat berdiri dengan aman dan bertahan dalam jangka panjang.

Cerita panjang itulah yang dibagikan Nuarta dalam forum ‘Seniman Wicara’, bagian dari rangkaian ArtSubs 2026 di selasar Balai Budaya, Surabaya, Minggu sore (20/9/2026). Didampingi kurator ArtSubs Nirwan Dewanto, pematung kelahiran Tabanan, Bali tersebut mengungkap proses panjang di balik dua proyek monumental yang sangat lekat dengan namanya, yakni Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Gagasan Besar Tidak Selalu Langsung Dipercaya
Nuarta mengisahkan, perjalanan GWK bermula dari sebuah gagasan yang tidak serta-merta mendapat dukungan. Ketika belum ada pihak yang bersedia membantu, ia memilih mengambil langkah sendiri dengan menyiapkan lahan pribadi seluas 23 hektare.

“Saya menyiapkan lahan pribadi seluas 23 hektare. Ketika tidak ada pihak yang membantu, saya melapor kepada Presiden Soeharto, hingga akhirnya beliau mencairkan pinjaman sebesar Rp23 miliar,” ungkapnya.

1 2 3 4 5 6 7

Comments are closed.