Dari Rakyat untuk Indonesia Raya, KPIR Gelar Ruwatan di Makam WR Soepratman

0
20

Perpaduan tersebut menjadi cara KPIR menghadirkan peringatan yang tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga mempertemukan tradisi dengan generasi muda.

Pemilihan makam WR Soepratman sebagai lokasi acara juga menjadi bagian penting dari pesan yang ingin dibawa. Sosok pencipta lagu Indonesia Raya ditempatkan sebagai titik pijak untuk kembali mengingat makna kebangsaan di tengah perubahan zaman.

Tak Mengandalkan Proposal ke Pemerintah
Ada hal lain yang cukup menarik dari penyelenggaraan acara ini, yaitu cara KPIR membiayainya. Rokimdakas, Ketua Pelaksana mengatakan KPIR memilih membuka donasi yang mereka sebut ‘Tombang’, berupa open donation atau Buwuh Even senilai Rp100.000 yang disampaikan melalui jaringan pertemanan di Facebook dan WhatsApp.

Menurutnya, pola tersebut dipilih sebagai bentuk gotong royong untuk membiayai acara. “Kami tidak menyebar proposal untuk minta bantuan kepada instansi pemerintah. Nawaitu KPIR adalah membuat acara rakyat: dari rakyat, oleh rakyat untuk Indonesia Raya,” ujar Rokimdakas.

Dengan cara itu, penyelenggara ingin menunjukkan bahwa sebuah kegiatan kebangsaan juga dapat tumbuh dari partisipasi masyarakat sendiri. Pesan tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat yang dibawa KPIR sejak awal, yaitu memberdayakan diri dan membangun kegiatan bersama melalui jejaring komunitas.

1 2 3

Comments are closed.