
‘Hasut’ membangun ketegangan melalui bisikan, kecurigaan, dan trauma masa lalu. (foto: dok/IST)
“Kita cenderung selalu merasa tahu yang terbaik buat orang lain, dan menyuruh mereka melakukan apa yang kita mau. Padahal itu tipis banget batasnya sama sikap mengontrol. Yang bahaya, setelah mengontrol itu ujungnya jadi manipulatif. Ego manusia itu selalu begitu,” tutur Karina.
Melalui karakter tersebut, penonton diajak mempertanyakan kembali makna kepedulian. Niat baik tidak selalu menghasilkan dampak baik apabila tidak disertai empati dan penghormatan terhadap pilihan orang lain.
Dibintangi Karina Salim hingga Marthino Lio
Film ‘Hasut’ diproduksi Tuta Films dengan Putrama Tuta dan Siera Tamihardja sebagai produser, serta Nick Musa sebagai ko-produser.
Film ini menghadirkan empat pemeran utama, yakni Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova. Kehadiran para aktor tersebut menghidupkan konflik antarkarakter yang menjadi pusat cerita.
Ketegangan dalam ‘Hasut’ tidak hanya dibangun melalui situasi di tengah hutan, tetapi juga lewat perubahan hubungan para tokohnya. Ketika trauma dan prasangka mulai mengambil alih, orang yang sebelumnya dipercaya bisa berubah menjadi sosok yang dicurigai.
















