
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya menyatakan, Puskesmas akan diselaraskan dengan standar rumah sakit, yaitu menggunakan aplikasi e-Health. (foto: dok/IST)
Selain pembenahan sistem, Pemkot Surabaya juga memperbaiki total sarana fisik Puskesmas. Tempat tunggu pasien akan didesain lebih representatif, nyaman, dan terpisah berdasarkan kategori usia.
“Tempat tunggunya nanti ada AC-nya. Jadi orang yang sakit makin sembuh, tidak makin sakit. Lalu, ada tempat yang terpisah-pisah. Kalau anak-anak ya tempat tunggunya tersendiri, tidak dicampur orang tua atau dewasa yang sedang sakit,” imbuhnya.
Ia menambahkan, perbaikan ini tidak hanya menyasar satu atau dua lokasi saja, melainkan seluruh Puskesmas di Kota Surabaya. “Hari ini kami melakukan koordinasi bersama seluruh Kepala Puskesmas untuk mengarahkan persiapan teknis dan penataan anggaran tahun 2027, yang difokuskan pada sektor kesehatan dan pendidikan,” paparnya.
Mengenai besaran anggaran yang dialokasikan, Cak Eri menyebut hal tersebut akan bervariasi bergantung pada luas dan kondisi masing-masing Puskesmas.
Saat ini, tim teknis dari dinas terkait sedang melakukan penghitungan terperinci. “Penghitungannya beda-beda per Puskesmas, dilihat dari kondisinya. Dalam waktu singkat Insyaa Allah selesai, karena dari ilmu sipil kan bisa kelihatan kebutuhan biaya per meter perseginya berapa,” tuturnya.
















