Bangkitkan Gairah Pariwisata, Travel Influencer Hendrick Hartono Kolaborasi dengan 70 Hotel, Ini yang Dilakukan di Bali

0
1707
Hendrick Hartono

iniSURABAYA.com – Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar terhadap ekonomi nasional, termasuk sektor pariwisata. Tempat hiburan, mal, hingga hotel menjadi sepi.

Pengunjung merosot tajam hingga di atas 50 persen. Tentu saja, hal tersebut memberikan pengaruh terhadap kehidupan di dalamnya. Banyak karyawan yang dirumahkan sehingga angka pengangguran pun menjadi tinggi.

Melihat hal tersebut, travel influencer Hendrick Hartono tidak tinggal diam. Sebagai penikmat pariwisata Indonesia, Hendrick tergerak untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Indonesia.

Banyak cara yang dilakukannya untuk mewujudkan keinginan tersebut. Salah satunya, saat ini, pria 30 tahun ini berkolaborasi dengan 70 hotel di Bali.

“Tentunya semua saya lakukan dengan protokol kesehatan yang berlaku. Jadi tetap aman,” kata Hendrick.

Dia memanfaatkan media sosial, salah satunya Instagram @hendrickhartono, untuk mempromosikan pariwisata di Bali. “Kenapa Bali? Bali menjadi destinasi pariwisata yang sudah dikenal mancanegara,” ujarnya.

Memang saat ini, Hendrick masih fokus untuk bekerjasama hotel-hotel di Bali. Namun, tidak dipungkiri nantinya dia ke daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Sebagai travel influencer, Hendrick tidak sekedar jalan-jalan. Dia mengabadikan setiap momen perjalanannya dalam jepretan foto dan video. Foto-foto itu selanjutnya diunggah di akun Instagramnya.

Apalagi dia juga memiliki hobi fotografi. Meski demikian, Hendrick tidak mau asal-asalan mengunggah foto dan video. Sebelum itu, dia selalu mempersiapkan konsep dengan matang. Konten foto dibuat semenarik mungkin agar menghasilkan foto-foto yang kece.

Salah satunya di Amankila Resort. Penginapan yang berlokasi di Karangasem, Bali, itu diabadikan Hendrick jadi sangat indah. Dengan menggunakan drone camera, dia menangkap pemandangan indah yang mengelilingi penginapan tersebut.

Ada hijaunya pegunungan, ada pula birunya laut. Selain Amakila, beberapa hotel lainnya seperti Capella, Mandapa a Ritz-Carlton Reserve, The St. Regis Bali Resort, Four Seasons Resort, Six Senses, dan lainnya.

Tidak selalu tentang hotel. Hendrick juga menguak hidden gems tempat wisata di Bali. Dengan begitu, masyarakat tidak pernah bosan untuk berkunjung ke Bali.

“Banyak sekali hidden gems yang saya temukan selama di sini. Dijamin tidak bakal bosan karena banyak pilihan tempat menarik,” ungkapnya.

Hendrick menceritakan salah satu hidden gems yang dia temui, yaitu Prapat Beris Jogging Track. Lokasinya di Desa Sanur Kauh. Di sana, pengunjung dimanjakan dengan panorama persawahan yang luas.

Ada sensasi berbeda saat pengunjung ingin jogging maupun sekedar jalan-jalan saja. “Sejauh mata memandang, yang terlihat sawah semua. Ini menjadi pilihan kalau lagi bosan ke pantai atau gunung,” katanya.

Satu tempat, biasanya dia membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari. Setelah puas dengan hasil foto yang didapatkan, Hendrick berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Semua itu dia kerjakan seorang diri. Merasa lelah? Pasti ada. Namun, bagi Hendrick, kondisi itu menjadi tantangan dalam perjalanan yang harus dilewatinya.

“Saya juga berusaha untuk selalu menjaga kesehatan,” tuturnya.

Dia memiliki harapan besar dapat menarik perhatian pengikutnya hingga masyarakat luas. “Bukan bepergian sembarangan pastinya. Protokol kesehatan (prokes) perjalanan tetap harus ditaati,” tegas pria kelahiran 24 September 1990 itu.

Prokes yang dimaksud seperti tes Swab Antigen maupun PCR sebelum melakukan perjalanan ke Bali sesuai ketentuan yang berlaku saat ini. Tidak lupa juga selalu memakai masker dan menjaga jarak.

Hendrick menceritakan bahwa hotel-hotel yang dikunjunginya juga menerapkan prokes yang ketat. Kebersihan ruangan dijaga tetap steril. Makanan pun dipastikan higienis.

Penyelenggaraan event-event besar yang mengundang massa juga dihentikan sementara waktu. Harapannya, pengunjung tetap merasa aman saat menginap di hotel maupun sekedar jalan-jalan di sekitarnya.

“Semoga pandemi ini segera berakhir, kita bisa jalan-jalan lagi tanpa rasa khawatir,” harapnya. wid

Comments are closed.