Samsung Electronics Gunakan Kardus yang Bisa Jadi Rumah Kucing dan Meja Hias untuk Wujudkan Visi ‘Together for Tomorrow’

0
1098
Jong-Hee (JH) Han, Vice Chairman, CEO and Head of DX (Device eXperience) Division at Samsung

iniSURABAYA.com – Samsung Electronics Co Ltd mengungkapkan visinya untuk masa depan, ‘Together for tomorrow’, pada acara keynote menjelang dimulainya Consumer Electronics Show CES 2022.

Menurut Jong-Hee (JH) Han, Vice Chairman, CEO and Head of DX (Device eXperience) Division at Samsung, inti visi Samsung untuk masa depan dibangun pada apa yang disebut sebagai ‘everyday sustainability’.

“Ini adalah konsep yang menginspirasi Samsung untuk meletakkan keberlanjutan di jantung segala sesuatu yang dilakukan perusahaan,” ungkapnya.

Upaya Samsung tidak terbatas pada semikonduktor, dan termasuk memperluas penggunaan bahan daur ulang. Untuk menerapkan ‘everyday sustainability’ ke lebih banyak produk, Visual Display Business di Samsung berencana menggunakan plastik daur ulang 30 kali lebih banyak daripada yang digunakan pada tahun 2021.

Perusahaan juga mengungkapkan rencana memperluas penggunaan bahan daur ulang ke dalam semua produk mobile dan elektronik rumah tangga dalam tiga tahun ke depan.

Pada tahun 2021, seluruh kardus Samsung TV telah mengandung bahan daur ulang. Untuk tahun ini, perusahaan memperluas penggunaan material daur ulang ke kemasan interior dalam kardus juga.

Sekarang, material daur ulang juga digunakan dalam styrofoam, pegangan kardus, dan kantong plastik. Perusahaan juga mengumumkan ekspansi global untuk program Eco-Packaging yang telah memenangi penghargaan.

Perluasan program ini, yang mengubah kotak kardus menjadi rumah kucing, meja hias, dan barang furnitur berguna lainnya, akan mencakup kemasan untuk elektronik rumah tangga seperti vacuum cleaner, microwave oven, air purifier, dan banyak lagi.

Samsung juga menanamkan prinsip keberlanjutan ke dalam cara konsumen menikmati produknya. Pengalaman seperti itu akan menjadi bagian integral dari pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi jejak karbon mereka dan membuat perubahan positif bersama untuk masa depan yang lebih baik.

Sebagai contoh, perusahaan memperkenalkan peningkatan penting pada SolarCell Remote yang pertama pada jenisnya, yang menghilangkan sampah baterai digantikan solar panel yang sudah built-in sehingga dayanya dapat diisi baik siang dan malam.

Pembaruan pada SolarCell Remote adalah kini perangkat ini bisa mendapatkan daya listrik dari frekuensi radio yang ada di dalam perangkat seperti router Wi-Fi.

Lebih jauh lagi, ini juga akan disertakan dalam lebih banyak produk Samsung –seperti Samsung TV dan elektronik rumah tangga terbaru– dengan tujuan menghilangkan lebih dari 200 juta baterai dari tempat pembuangan sampah.

“Jika baterai tersebut dibariskan, panjangnya sejauh jarak dari sini, Las Vegas, ke Korea,” kata Han.

Sebagai tambahan, pada tahun 2025, Samsung berencana membuat semua TV dan pengisi daya ponselnya beroperasi dengan daya standby mendekati nol, sehingga semua produk nyaris tidak mengkonsumsi energi saat tidak digunakan.

E-waste (limbah elektronik) merupakan tantangan besar lainnya bagi industri elektronik, yang menyebabkan Samsung telah mengumpulkan lebih dari lima juta ton limbah elektronik sejak 2009.

Untuk produk mobile, tahun lalu, Samsung meluncurkan inisiatif Galaxy for the Planet, sebuah platform keberlanjutan yang dirancang untuk mewujudkan aksi iklim yang nyata dan meminimalkan jejak karbon perangkat di sepanjang siklus hidupnya.

Han menekankan, Samsung tidak dapat sendirian untu mencapai langkah-langkah penting tersebut.

“Kami percaya inovasi dan kolaborasi yang terbuka adalah kunci untuk memerangi perubahan iklim dan melindungi lingkungan kita,” tandasnya.

Dengan pemikiran ini, Samsung mengumumkan bahwa teknologi ramah lingkungan seperti SolarCell Remote akan dibuat menjadi open source, sehingga pihak lain juga dapat menggunakannya untuk perangkat baru mereka. wid

Comments are closed.