

iniSURABAYA.com – Di tangan desainer senior Ulfa Mumtaza, tak ada bahan yang sia-sia. Bahkan potongan-potongan kain batik pun bisa kembali dirangkai sehingga jadi sebuah busana yang dapat dikenakan untuk ke pesta atau semi formal.
Busana dengan tema ‘Canting Tinkering’ ini diakui Ulfa adalah hasil otak-atik potongan kain batik tulis dari kreasi sebelumnya. “Daripada terbuang percuma, maka saya olah dan manfaatkan sehingga jadi busana yang tetap sama menariknya,” tandas Ulfa kepada iniSurabaya.com.
Desainer asal Madiun ini menegaskan potongan kain batik tulis ini tidak spesifik berasal dari daerah tertentu. “Dari A sampai Z lah. Batik dari seluruh nusantara yang kemudian saya aplikasikan di bahan polos,” paparnya.

Diakui Ulfa, cukup rumit untuk menyelesaikan garapannya kali ini. “Perlu teknis seni tinggi, tetapi saya senang karena hasilnya tidak mengecewakan,” imbuh desainer lulusan Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo ini.
Ulfa juga merasa nyaman karena batik karya perajin tidak terbuang sia-sia. “Saya marem (nyaman), karena tidak ada yang mubazir dalam sebuah karya. Kelebihan (sisa potongan kain) tetap bisa dimanfaatkan, dan bisa hasilkan karya seni bagus,” katanya dengan ekspresi senang.

Karya gres Ulfa itu diperagakan di panggung Muslim Fashion Runway di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya, Sabtu (23/4/2022). Ulfa merilis delapan rancangan berbahan potongan batik tulis ini.
“Hanya satu yang one piece. Lainnya two piece, jadi ada outer dan inner,” imbuhnya.
Semua busana muslim tersebut dominan warna biru dan pink. “Warna-warna segar dengan cutting A-line,” bebernya. Busana semi gamis itu dibuat satu paket dengan hijab yang tidak terlalu ribet. “Hijab yang yang clear, clean, dan simple. Karena yang ditonjolkan adalah bajunya,” pungkas Ulfa. ap
















