

iniSURABAYA.com – Kanker payudara masih menjadi ancaman serius bagi kaum Hawa. Kasus yang tercatat, setiap tahun pun terus menunjukkan peningkatan. Di tahun 2022, penderita kanker payudara di Indonesia mencapai 65.000 orang.
Maka edukasi untuk deteksi dini kanker payudara terus digencarkan untuk menekan laju penderita kanker payudara. “Yang paling mudah adalah dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari),” begitu ungkap dr Arga Patrianagara SpB (K) Onk di acara Mini Talkshow yang digelar Adi Husada Cancer Center (AHCC) di pelataran Balai Pemuda Surabaya, Minggu (23/10/2022).
Menurut dokter spesialis bedah konsultan onkologi RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya ini, pemeriksaan sederhana tersebut bisa dilakukan secara rutin di hari ke-5 atau ke-10 pascamenstruasi.
Karena pada saat itu payudara perempuan mulai lunak. “Jadi seluruh bagian payudara diperiksa secara total. Selain itu, di daerah sekitar payudara seperti ketiak juga perlu diperiksa,” pesannya.
Selain benjolan, lanjut dr Arga, pemeriksaan payudara sendiri juga bisa melihat kelainan bentuk payudara, perubahan warna kulit, hingga adanya perubahan pada bentuk puting.
Dokter Arga juga mengingatkan agar seluruh perempuan terus menggali informasi mengenai kanker payudara. “Untuk awareness sudah sangat tinggi. Tetapi harus lebih dalam lagi mencari informasi,” tandasnya.
















