Polri Gandeng Ulama, Pakar: Langkah Strategis untuk Redam Isu Sensitif dan Polarisasi selama Pemilu

Dwi Prasetyo

Dwi Prasetyo
iniSURABAYA.com – Sejumlah langkah strategis dilakukan untuk menjaga kondusifitas hingga menciptakan Pemilu Damai. Diantaranya, langkah Polri untuk merangkul tokoh masyarakat dan ulama. Seperti yang dilakukan Polres Ponorogo dengan mengunjungi Ponpes Fathul Muna Mladangan, Polri yang menggandengan Ustad Das’ad Latif, dan masih banyak lagi.
Menanggapi langkah ini, pakar komunikasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi -Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS), Dr Dwi Prasetyo SSos MPSDM mengatakan, komunikasi pihak kepolisian dengan ulama dan tokoh masyarakat menjadi langkah yang patut di apresiasi.
“Pemilihan Umum adalah periode kritis, karena tingkat ketegangan sosial dan potensi konflik dapat meningkat. Melibatkan ulama dan tokoh masyarakat dalam komunikasi dapat membantu meminimalkan risiko konflik dan gangguan selama proses Pemilu,” papar Dwi Prasetyo di Kampus Stikosa AWS, Surabaya, Jumat (6/10/2023).
Wakil Ketua I Stikosa AWS ini juga mengatakan, ketika ulama dan tokoh masyarakat mendukung upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama Pemilu, hal ini dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat kepolisian.
“Ini penting untuk memastikan kerjasama dan partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban,” tegasnya.
















