‘Buku Waktu Tak Pernah Menipu’ Tandai 50 Tahun Eksistensi Amang Mawardi Bergiat di Literasi

Perilisan buku Amang Mawardi di Rumah Dedikasi Soetanto Soephiady dihadiri sejumlah tokoh media dan seniman.

Perilisan buku Amang Mawardi di Rumah Dedikasi Soetanto Soephiady dihadiri sejumlah tokoh media dan seniman.
iniSURABAYA.com – “Wartawan itu tidak mengenal pensiun. Dan puncak karier wartawan, bukan sebagai pemimpin redaksi atau pejabat tinggi. Puncak karier wartawan adalah menulis buku. Sedangkan puncak jurnalisme adalah humanism.”
Kalimat tersebut disampaikan dengan penuh semangat oleh Amang Mawardi saat merilis antologi puisi berjudul ‘Buku Waktu Tak Pernah Menipu’, Minggu (5/11/2023). Buku berwujud kumpulan puisi ini sekaligus menandai usianya yang genap 70 tahun, dan pergulatan Amang Mawardi yang tiada henti selama 50 tahun di dunia literasi.
Acara rilis buku di Rumah Dedikasi Soetanto Soephiady, Jl Semolo Waru Elok Surabaya ini dilanjut dengan talk show terkait bukunya didampingi sang pemilik Rumah Dedikasi, Prof Dr Soetanto Soephiadhy.
Menurut Amang, dia terinspirasi karya-karya jurnalistik sahabatnya, Peter A Rohi (alm), seorang wartawan idealis dan mengedepankan humanisme dalam tulisan-tulisan jurnalistiknya. Kenangan bersama sahabatnya itu ia tulis dalam buku ‘Senja Keemasan Peter A Rohi’ pada tahun 2021.
Maka walaupun tidak lagi bekerja sebagai wartawan di perusahaan media, alumnus Stikosa-AWS tahun 1977 terus menulis berbagai artikel yang diunggah di akun Facebook-nya maupun di beberapa media daring.
















