
Meimura saat memerankan tokoh Besut. (foto: dok)
iniSURABAYA.com | NGANJUK – Pentas keliling Ludruk Garingan Meimura akan berlanjut berkunjung ke Nganjuk, Sabtu (25/4/2026). Pertunjukan dengan topik ‘Sambang Putu’ itu rencananya digelar di Sanggar RI (Sanggar Rumah Ilalang KSII), di Karangnongko, Kelutan, Kec. Ngronggot, Nganjuk.
Menurut Meimura, Lokasi tersebut fipilih karena selama ini Sanggar Ilalang, intens mengasuh anak-anak. “Karena itu dalam pentas Besut akan melibatkan anak-anak secara aktif, bukan hanya diposisikan sebagai penggembira belaka,” ungkap pemilik nama Meijono ini.
Dalam kacamata Besut –yang diperankan Meimura, sambang putu bukan sekadar adegan keluarga. Ia adalah filosofi tentang kesinambungan. Tentang bagaimana manusia tidak pernah benar-benar selesai, karena ia terus berlanjut dalam bentuk lain.
“Cucu menjadi ‘suplemen jiwa’. Vitamin batin bagi para kakek dan nenek untuk menyongsong senja tanpa kehilangan Cahaya,” imbuhnya.
‘Sambang Putu’ (menjenguk cucu), bukan sekadar kunjungan keluarga, melainkan perjalanan pulang ke dalam diri yang pernah muda, pernah keras kepala, pernah jatuh cinta pada hidup tanpa banyak tanya.
















