Rilis Aplikasi ‘Transportasiku’, Dishub Kota Surabaya Tetap Fungsikan GoBIS dan Go-Parkir, Ternyata Ini Alasannya

iniSURABAYA.com – Ingin bepergian tetapi khawatir terjebak macet? Atau tiba-tiba menghadapi arus lalu lintas yang harus dialihkan karena jalan yang akan dilalui sedang ada kegiatan?

Kegalauan itu kini tak lagi terjadi. Sebab sudah ada aplikasi ‘Transportasiku’ yang membeber situasi lalu lintas terkini Kota Surabaya. Aplikasi yang bisa diunggah gratis melalui PlayStore ini ternyata mendapat respons positif masyarakat.

Bacaan Lainnya

Selama ini Dishub Surabaya sudah menerapkan papan informasi digital atau Variable Message Sign (VMS) untuk memberi gambaran mengenai kondisi lalu lintas. VMS itu dipasang di beberapa traffic light di Surabaya, di antaranya di Jl Ahmad Yani Frontage, traffic light Kebun Binatang Surabaya, dan juga traffic Alfalah.

Namun, penggunaan papan informasi digital itu biayanya sangat mahal karena pembangunan fisiknya dan listriknya. “Aplikasi ini bisa mengurangi anggaran yang selama ini kami gunakan untuk membiayai layar pemberitahuan di jalan. Itu anggarannya besar untuk listrik dan tampilannya,” tandasnya.

Baca Juga : https://inisurabaya.com/2019/06/transportasiku-akan-beri-tanda-pada-warga-kota-jika-ada-demo-dan-pengalihan-lalu-lintas/

Karena masyarakat diyakini sudah memegang gawai kemana pun pergi, maka Dishub Kota Surabaya merilis aplikasi ‘Transportasiku’ itu. Dan agar pengguna ‘Transportasiku’ semakin banyak, Irvan mengaku akan menggencarkan promosi lewat media sosial Dishub.

“Warga Surabaya sudah menjadi masyarakat digital, sehingga kami optimistis dengan satu smartphone, maka kebutuhan semua dalam bidang transportasi bisa dipenuhi,” urainya.

Baca Juga : https://inisurabaya.com/2019/06/inilah-panduan-bagi-warga-kota-surabaya-yang-ingin-bepergian-ada-info-soal-suroboyo-bus-halte-hingga-kemacetan-lalu-lintas/

Meskipun sudah ada aplikasi yang sangat lengkap ini, Irvan menegaskan tidak akan menutup berbagai aplikasi yang sudah ada sebelumnya. Bahkan, ia mengaku akan terus mengembangkan keduanya supaya bisa memberikan kemudahan kepada masyarakat.

“Jadi, dua-duanya tetap jalan, aplikasi ‘Gobis’ dan Go-Parkir jalan, dan aplikasi ‘Transportasiku’ terus jalan juga. Soalnya kalau yang spesifik-spesifik itu banyak tambahan fitur spesifiknya sesuai kebutuhan,” pungkasnya. dit

Pos terkait