Peserta London Taxi Balance Bike Competition Anak-Anak Usia 3-6 Tahun, Ini Syarat yang Wajib Diikuti Sebelum Masuk Sirkuit

Anak-anak usia 3 tahun hingga 6 tahun antusias ikutan London Taxi Balance Bike Competition yang diadakan di Atrium Ciputra World Surabaya.

iniSURABAYA.com – London Taxi Balance Bike Competition yang digelar di Oval Atrium Ciputra World Surabaya, Sabtu (21/9/2019) memang baru pertama kalinya diadakan di Surabaya.

Lomba balap sepeda tanpa pedal dengan peserta anak-anak usia 3-6 tahun ini sudah rutin diselenggarakan di Jakarta. “Di Jakarta, lomba balance bike ini sudah dilaksanakan sejak dua tahun lalu, dan kini menjadi kegiatan bulanan,” papar Vely Chai, General Manager PT Jefferys Indonesia, principal & distributor London Taxi Bike.

Bacaan Lainnya

Selain di Jakarta, lomba push bike ini juga sudah rutin diadakan di Bandung, Yogyakarta, dan Solo. “Ini baru pertama kalinya kami adakan di Surabaya. ternyata antusiasme masyarakat tinggi,” katanya.

Pada lomba pertama ini, lanjut Vely Chai, pihaknya berhasil menjaring sekitar 100 peserta. London Taxi Balance Bike Competition di Surabaya ini dibagi dalam lima katagori, yaitu untuk peserta 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, dan 5 tahun.

Selain itu juga ada Open Class. “Untuk katagori ini anak-anak usia 6 tahun boleh ikutan,” ungkap Vely Chai.

Untuk London Taxi Balance Bike Competition di CWS, peserta harus melewati sirkuit seluas 450 meter2. Tantangannya, mereka harus melalui tujuh tikungan hingga masuk garis akhir.

Menurut Vely Chai, lomba push bike atau biasa pula disebut balance bike ini memang termasuk olahraga yang unik. Peserta yang terdiri dari anak-anak harus menggunakan sepeda tanpa pedal.  

Balance bike adalah sepeda berukuran mini tanpa pedal. Untuk mengendarainya, anak-anak perlu menggunakan kakinya seperti saat sedang berlari.

Baca Juga : https://inisurabaya.com/2019/09/inilah-serunya-ikutan-lomba-push-bike-ada-yang-antusias-ada-pula-yang-ngambek-tak-mau-masuk-sirkuit/

Selain itu, sebagai pengaman diri, peserta juga harus memakai helm dan protector. “Tetapi kalau pun terjatuh tidak akan sakit, karena lantai yang dilalui peserta terbuat dari karpet cukup tebal,” beber Vely Chai.

Ditekankan Vely, banyak unsur edukasi pada lomba balap sepeda tanpa pedal tersebut. “Aktivitas memakai balance bike ini melatih syaraf motorik anak,” imbuhnya.

Selain mengajarkan olahraga bersepeda pada anak-anak sejak dini, ditegaskan Vely, push bike ini bisa memudahkan anak-anak saat nanti mengendarai sepeda berpedal.

“Balance bike ini juga melatih anak-anak menjaga keseimbangannya saat bersepeda,” ujar Catur Eko.  

Pria yang mengaku datang dari Jakarta ini mengantarkan dua anaknya ikutan London Taxi Balance Bike Competition. “Sekalian menikmati liburan,” tuturnya.

Kedua anaknya, M Zidane (3), dan Hafidzah Aqila yang masih berusia 23 bulan itu sudah rutin ikutan lomba push bike. “Kalau Aqila sudah dua kali ikutan, sekali di Jakarta, dan sekali yang di Surabaya ini,” katanya. dit

Pos terkait