Ridwan Kamil Tinjau Rapid Test Drive-thru di Kota Bandung, Johan: Pemprov Jawa Barat Cepat Tanggap

0
993
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau pelaksanaan rapid test Covid-19 dengan konsep drive-thru di Balai Kota Bandung dan Gedung Sate, Sabtu (4/4/2020). (Humas Jabar)

iniSURABAYA.com | KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil didampingi Wali Kota Bandung Oded M Danial meninjau pelaksanaan rapid test Covid-19 berkonsep drive-through (drive-thru) di Balai Kota Bandung, Sabtu (4/4/2020).

Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil— mengatakan, Kota Bandung merupakan salah satu penerima bantuan alat rapid diagnostic test (RDT) Covid-19 terbanyak di Jabar.  

Menurut Kang Emil, Jabar membutuhkan 100.000 hingga 300.000 tes untuk mengetahui peta persebaran Covid-19 secara lebih akurat. Namun karena jumlah alat terbatas, tes masif ini dilakukan secara bertahap.

“Jadi kami bagikan dulu semampu kami. Sudah ada 60.000 alat tes dibagikan ke seluruh Jawa Barat, salah satu yang terbesar adalah Kota Bandung,” ujar Kang Emil.

Kang Emil berharap, peta sebaran Covid-19 dari hasil tes masif oleh Pemprov Jabar secara merata di seluruh kabupaten/kota bisa diketahui maksimal dua pekan ke depan agar memaksimalkan pemetaan virus SARS-CoV-2 itu.

“Saya berharap tidak lebih dari 14 hari ke depan semuanya sudah (selesai tes), sehingga kita bisa punya peta. Memang kita setiap hari menghadapi berita buruk, tapi harus dihadapi. Inilah kesiapan Jabar. Semakin banyak tes, semakin kami bisa memetakan (persebaran),” tutur Kang Emil.

Selain memantau pelaksanaan rapid test Covid-19 di Balai Kota Bandung, Kang Emil turut memantau lokasi rapid test di Gedung Sate yang dilakukan pada hari yang sama.

Saat mendampingi Kang Emil di Balai Kota, Oded melaporkan bahwa pihaknya telah menerima 2.800 alat RDT dari Pemprov Jabar. Dari jumlah tersebut, 2.100 alat digunakan untuk rapid test drive-thru, termasuk digunakan untuk memeriksa hingga 300 orang di Balai Kota Bandung dan Gedung Sate hari ini.

“Alhamdulillah hari ini kami di Kota Bandung tepatnya di Balai Kota dan Gedung Sate sedang melaksanakan rapid test. Rencananya hari ini 300 (orang). Alat-alatnya bantuan dari Pak Gubernur (Ridwan Kamil) untuk Kota Bandung,” ujar Oded.

“Jumlah sekarang di termin pertama itu ada 2.800 (alat RDT). 700-nya kita bagikan ke rumah sakit, yang 2.100-nya Insyaallah di sini (Balai Kota) dan Gedung Sate,” tambahnya.

Oded juga mengatakan, pemilihan Balai Kota dan Gedung Sate sebagai lokasi rapid test secara drive-thru ini mempertimbangkan ruang terbuka, lokasi presentatif, dan yang utama lokasinya jauh dari pemukiman warga sehingga aman untuk menghindari kerumunan massa yang banyak.

Pelaksanaan rapid test pun mendapat apresiasi dari warga Bandung. Johan, warga Bandung yang berprofesi sebagai manager marketing salah satu perusahaan properti, mengaku sangat terbantu dengan adanya rapid test ini.

Menurutnya, risiko pekerjaannya yang banyak berinteraksi dengan orang lain membuatnya khawatir akan keselamatan diri dan keluarganya. Hal ini lantas mendorong kesadaran Johan untuk melakukan tes.

“Sebetulnya kekhawatiran (terpapar Covid-19) ini selain pada diri sendiri juga kepada keluarga. Takutnya dampaknya itu karena pekerjaan saya yang sering berinteraksi dengan orang banyak, takut dampak jadi kena (menular) ke keluarga. Jadi sedari dini saya lakukan tes,” kata Johan yang mengikuti tes Covid-19 di Gedung Sate.

Dia menambahkan,“(Rapid test) sangat membantu sekali. Kalau saya lihat dari Pemprov Jawa Barat sendiri cepat tanggap.” wid/adv

Comments are closed.