Jadi Korban Bullying? Jangan Berdiam Diri, ‘Lawan!’

0
1470

iniSURABAYA.com – Masih maraknya aksi bullying pada anak-anak membuat Feibriyanti dan Valerie Angelina Heru tergerak untuk berbagi ilmu sehingga aksi bullying itu bisa dihindari.

“Caranya, adalah lawan! Jangan hanya berdiam diri. Aksi perlawanan itu akan membuat orang yang mau bully kita akan berpikir untuk melanjutkan aksinya,” tegas Feibriyanti yang diamini oleh Valerie, Sabtu (24/10/2020).

Ditemui iniSurabaya.com sesaat sebelum acara ‘Children Protection’ di Atrium Lenmarc Mall Surabaya, gadis yang akrab disapa Fei ini menambahkan, ketika masih di bangku SMA dirinya sempat jadi korban bullying.  

Untungnya, Fei sudah menguasai ilmu bela diri sehingga langsung melakukan perlawanan. Hasilnya, lawannya malah jatuh pingsan akibat serangan balik yang dilakukan Fei tepat pada bagian ulu hatinya.

“Melalui acara ini saya ingin anak-anak bisa bertahan dari segala bentuk intimidasi, terutama yang dilakukan secara fisik,” ungkap gadis yang sudah belajar kick boxing sejak masih SD ini.

Penegasan yang sama dilontarkan Valerie. “Untungnya orangtua saya menanamkan mental yang bagus pada anak-anaknya sehingga tidak mudah menyerah pada keadaan,” ujar atlet karateka bersabuk hitam ini.

Pelajaran yang diperoleh dari orangtuanya, lanjut Valerie, adalah selalu mengerjakan setiap tugas hingga tuntas. “Bisa jadi sederhana saja. Ketika anak dapat tugas sekolah tetapi mengeluh capek, jangan lalu didiamkan. Anak harus didampingi untuk mengerjakan tugasnya sampai selesai,” paparnya.  

Selain menanamkan rasa tanggung jawab pada tugas, masih kata Valerie, penekanan penyelesaian tugas itu juga membentuk anak punya mental yang bagus, yaitu tidak mudah menyerah.  

Menurut Valerie, ilmu bela diri yang diajarkan pada anak untuk merespons kemungkinan adanya aksi bullying tidak perlu sampai ilmu tinggi. “Karena tujuannya bukan menjadi atlet, tetapi semata agar bisa refleks merespons jika ada serangan, kita bisa menyerang balik,” imbuhnya.  

Penguasaan ilmu bela diri ini, ditekankan Fei maupun Valerie membuat orang lain akan berpikir panjang jika akan menganggu, apalagi melakukan serangan secara fisik.  

Sekitar 50 anak dari usia 7-12 tahun asyik menyimak paparan yang disampaikan Fei maupun Valerie sore hari itu. “Kita harus punya pertahanan diri yang bagus. dengan ilmu bela diri yang baik maka kita bisa bereaksi terhadap setiap kemungkinan serangan orang lain,” begitu pesan Fei yang juga pendiri Sport & Language Course (SLC) Surabaya. dit

Comments are closed.