Rangkai Kain Batik Pamekasan Jadi Pohon Natal, Embran Nawawi : Momen Paling Sulit adalah Pasang Bintang

440 views
Desainer Embran Nawawi kembali berkreasi menggunakan bahan batik Pamekasan. Kali ini, dia mewujudkan Pohon Natal dari untaian kain batik tulis Pamekasan yang menghiasi lobi Quest Hotel Darmo Surabaya.

iniSURABAYA.com – Desainer Embran Nawawi tak pernah berhenti mempromosikan batik Pamekasan. Kali ini di tangan kreatifnya, batik khas Pamekasan ini diwujudkan jadi pohon Natal.

Ikon Hari Natal yang biasanya berbentuk pohon cemara itu diganti jadi sesuatu yang unik dan menghiasi lobi Quest Hotel Darmo Surabaya. Dibutuhkan sekitar 100 meter batik untuk membentuk ‘Pohon Natal’ setinggi 3,5 meter itu.  

“Semuanya batik tulis, dan jumlahnya 51 lembar kain batik,” tegas Embran, Kamis (3/12/2020).

Embran mengaku tak mudah untuk mewujudkan Pohon Natal tersebut. “Momen paling sulit adalah memasang bintang di puncak pohon. Perlu keberanian khusus, dan itu saya lakukan sendiri naik tangga,” ungkapnya.

Embran menambahkan, perlu waktu delapan jam untuk mempersiapkan kain-kain itu sampai selesai berwujud sebuah Pohon Natal. “Yang lama pemilihan warnanya karena harus menyesuaikan ukurannya, cukup nggak ya,” tutur Sarjana Master di Bidang Kriya Tekstil Pascasarjana Institut Seni Indonesia ini.

Untuk proses pemasangannya, lanjut Embran, perlu waktu dua jam. “Mulai pasang pukul 20.00 tuntas pukul 22.00. Ini setiap minggu akan saya rapikan, perbaiki konsepnya sampai akhir tahun,” katanya.  

Embran mengaku senang akhirnya bisa memanfaatkan kain batik untuk dekorasi Natal. “Pas dengan motif batiknya, ada kupu-kupu, ada bunga. Tinggal menambahkan lampu dan aksesoris yang berciri khas Natal,” imbuhnya.

Embran juga menambahkan pita-pita ungu di beberapa bagian. “Warna ungu kan representasi Quest,” tandasnya.

Mengenai motif-motif yang ditampilkan pada Pohon Natal tersebut, ditekankan Embran berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat. “Seperti kupu-kupu atau perkeper. Hewan ini sebagai penanda akan datang masa pandemi tembakau. Artinya kupu-kupu menyimbolkan harapan,” katanya.  

Juga ada motif centong atau tongcentong, sendok yang digunakan untuk mengambil nasi. “Motif ini melambangkan doa kesejahteraan dan kemakmuran. Ada pula motif daun tembakau, bunga, padi, dan rumput. Semuanya akrab dengan kehidupan masyarakat Pamekasan,” beber Embran.

Sementara Melly Aruni, Public Relation Officer Quest Hotel Darmo Surabaya menyatakan bahwa di setiap perayaan Natal, hotel bintang 3 di pusat kota Surabaya itu selalu berusaha membuat sesuatu yang menarik bagi tamunya.

“Tahun lalu kami membuat Pohon Natal dari daun buah nanas. Sebagai salah satu hotel dalam naungan Archipelago yang berarti Nusantara, kami ingin memberikan sentuhan kebudayaan Indonesia dalam perayaan Natal tahun ini,” ujarnya. dit

#batikpamekasan #embrannawawi #pohonnatal #questhoteldarmo

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)