Tetap Fokus di Pop Jawa, Didiek Buntung Ungkapkan Kesendirian di ‘Teh Kepyur’

177 views
Didiek Buntung

iniSURABAYA.com – Nama musisi asal Semarang Didiek Buntung sudah sangat populer di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Ditambah unggahan video yang cukup apik di YouTube channel Didiek Buntung Official, maka karya-karyanya semakin meluas disaksikan masyarakat yang bisa mengakses platform digital tersebut.

Tahun lalu Didiek Buntung mulai memperkenalkan lagu yang dibawakannya sendiri di media radio. Beberapa lagunya seperti Janur Alum (koplo), Prasetyaku (koplo), Kembang Soka (pop Jawa), dan Lintang Lengser (pop Jawa) telah diputar di radio-radio Indonesia.

Bermain di genre pop Jawa dan dangdut koplo, karya Didiek Buntung semakin digemari penikmat musik dimana saja. Jumlah viewers yang semakin naik menunjukkan karya-karya musisi ini memang pantas diacungi jempol.

Syair dalam lagu-lagunya penuh bercerita tentang kenangan dan dipilih kata-kata yang sangat bermakna.

Di tahun 2021 ini Didiek Buntung mulai berkarya kembali di tengah situasi pandemi Covid-19 dengan sebuah karya pop Jawa berjudul ‘Teh Kepyur’ atau dikenal dengan Teh Tubruk.

Sekilas membaca judulnya saja mengandung makna dan filosofi yang dalam. Lagu ini bercerita tentang seorang suami yang merasa sendiri, kesepian dan bersedih, karena pasangannya yang biasanya setia menyediakan minuman teh kepyur telah pergi meninggalkannya.

Kisahnya sederhana, tapi lagu ini memuat rasa kesendirian, kepahitan hidup yang mendalam. “Semoga lagu ini memberi kesan yang mendalam dan menghibur semua pecinta lagu pop Jawa,” begitu harap Didiek. dit

Tersirat dari syair berikut ini :

Teh kepyur sing mbok gawe ben isuk
(Teh tubruk yang kau seduhkan di setiap pagi)
Ndandi cenceman neng njero atiku
(Telah mengendap di lubuk hatiku)
Tanpa nyaring tak sesep tekan paahite
(Tanpa kusaring semua kuminum hingga ampasnya)
Kadung kutresno ra ono liyane
(Terlanjur kumencintaimu tanpa mencintai yang lain)

Lungamu nglipe tanpo pamitan
(Tiba-tiba kamu pergi)
Esuk tanpa teh sing neng ngarepan
(Pagi ini tak tersedia lagi teh)
Angler neng nggonmu turu penak ra karuan
(Tidurmu nyenyak sekali)
Sawangen aku saka swargamu
(Lihatlah aku dari surgamu)

Reff:
Senadyan ra ono gulane
(Meski tanpa gula)
Tetep tak rasakne eseman lan memanise
(Tetap kurasakan kehangatanmu)
Ireng njanges katut ampase
(Hitam kuminum ampasnya)
Laraku sing tak rasakke
(Sakit yang kurasakan)

Koyo kidang ing masa ketigan
(Seperti kijang di musim kemarau)
Ngorong banyune mili sak tetesan
(Dahaga namun hanya seteguk air)
Awakku wes lungrah ra ono sandharan
(Lunglai sudah tubuhku ini tanpa sandaran)
Ati iki mung kari remukan
(Hati ini tinggal butiran)

#didiekbuntung #popjawa #tehkepyur

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)