
Fawaz, kontestan Lida 2021 asal Bangkalan lolos ke babak 70 Besar bersama Salsa yang asal Jombang.

iniSURABAYA.com – Salsa ternyata tidak sendirian di babak Top 70 audisi Liga Dangdut Indonesia (Lida) 2021. M Fawaz (20), pedangdut asal Bangkalan ini juga lolos di 70 Besar dan bakal bersaing menghadapi kontestan dari 33 provinsi lainnya.
Dukungan Irwan DA, sang kakak sepupu diakui Fawaz punya andil besar untuk memompa semangatnya sehingga terus memberi yang terbaik saat menjalani audisi Lida 2021.
Menurut Fawaz, Irwan DA selalu memberi semangat agar bikin Madura kembali mewarnai panggung musik dangdut Tanah Air. “Ayo terus belajar, tidak ada yang tidak mungkin semuanya mungkin, asal mau berjuang sekuat tenaga. Dan jangan lupa berdoa. Karena tanpa doa itu ibarat nasi tanpa cuko (ikan),” katanya dengan logat Madura yang sangat kental.
Seperti Salsa, Fawaz pun menyatakan tidak menduga bisa masuk 70 Besar ajang penggalian bakat yang digelar Indosiar tersebut. Pasalnya, saat menjalani audisi daring, dia sempat kesulitan mencari tempat yang tepat agar menghasilkan suara yang bagus.
“Waktu (audisi daring) itu, saya masih di Jakarta. Lokasinya ribet. Tahu sendiri kan di Jakarta ramai semua. Akhirnya saya numpang di kos-nya teman saya,” ungkap Fawaz saat jumpa pers virtual, Senin (8/3/2021).
Waktu audisi daring itu, Fawaz membawakan tiga buah lagu, yaitu ‘Cinta Hitam’, ‘Gadis Malaysia’, dan ‘Pasrah’.

Ketika kemudian dinyatakan masuk Top 70, tak ayal Fawaz menyatakan dirinya merasa merinding, bahkan sampai menangis. Optimisme dan keyakinan diakui Fawaz menjadi bekalnya menjalani setiap tantangan yang dihadapi, termasuk ketika ikut audisi Lida 2021.
“Khawatir sih nggak ada. Orang itu harus selalu optimistis. Soalnya kalau khawatir nanti khawatir terus. Semua orang memang harus yakin. Kalau nggak yakin kan oleng,” tuturnya dengan gaya yang khas dan menggelitik.
Fawaz tak menepis, dukungan keluarga turut memperbesar semangatnya di ajang Lida 2021. Pedangdut yang getol bikin unggahan di aplikasi TikTok ini bahkan dibuatkan ruangan khusus di rumahnya yang dikelilingi kaca.
“Kata orangtua agar bisa joget,” ucap Fawaz disusul tawa riangnya.
Dukungan lain, juga didapat Fawaz dari para kepala daerah di Madura, yaitu bupati Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. “Bahkan juga DPRD, semua support saya. Alhamdulilah ada paman di DPRD,” imbuhnya.
Fawaz yang sempat bekerja sebagai modifikator mobil saat tinggal di Jakarta ini menyatakan, sebelumnya sempat pula ikutan audisi Lida 2020. “Tetapi waktu itu hanya sampai di Golden Ticket,” urainya.
Meski begitu, Fawaz merasa bersyukur. Sebab, berkat keikutsertaannya di Lida 2020 itu pula dia akhirnya sering dapat tawaran mengisi pentas musik dangdut.
“Saya jadi sempat merasakan ikutan nyanyi bareng orkes dangdut di Madura,” papar Fawaz yang menguasai olahraga bela diri pencak silat ini.
Diakui Fawaz, seni bela diri pencak silat itu dia pelajari semasa tinggal di pondok pesantren di kampung halamannya di Bangkalan. “Karena itu saya ngefans sama Iko Uwais. Waktu di pesantren saya sering lihat film Iko yang beradegan bela diri,” katanya disusul tawanya yang khas.
Selama menimba ilmu di pondok pesantren, Fawaz ternyata juga tertarik pada seni musik gambus. “Di pesantren sempat ikutan gambus,” tegas Fawaz yang belakangan getol belajar main gitar dan kendang. dit
















