Ini Aturan yang Harus Dipatuhi Warga Surabaya Saat Melakukan Salat Id, Eri Cahyadi : Jangan Lompat AntarZona!

575 views
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.

iniSURABAYA.com – Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya menegaskan akan mengeluarkan Surat Edaran terbaru terkait kebijakan zonasi skala mikro sebagai acuan pelaksanaan salat IdulFitri 1442 Hijriah. 

Menurut Eri, SE tersebut akan disesuaikan dengan SE Gubernur Jatim. Dalam SE Wali Kota Surabaya itu, nantinya diatur mengenai ketentuan warga yang akan mengikuti salat Id.

Eri menambahkan, kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, seluruh kepala daerah, serta perwakilan ormas Islam secara virtual, Minggu (9/5/2021) malam.

“Alhamdulillah ada kesepakatan bersama dengan Gubernur Jatim dan para ulama. Malam hari ini disepakati arti dalam zonasi itu adalah zonasi PPKM skala mikro atau setingkat kelurahan,” ungkap Eri dalam siaran persnya seusai rapat.

Dalam forum rapat tersebut, kata Eri, disepakati warga dilarang melompati antarzona saat menjalankan salat Id.

“Artinya, warga dari kelurahan A tidak boleh (salat Id) ke kelurahan B. Atau (warga) Surabaya Utara salatnya di Surabaya Selatan. Karena tadi kita melihatnya per-zona kelurahan PPKM mikro,” tandasnya.

Eri berharap warga Surabaya memenuhi ketentuan tersebut. “Jangan melompati antarzona. Karena itu yang dipesankan oleh Ibu Gubernur dan Forkopimda,” ungkapnya.

Eri menyatakan pula, warga kelurahan dengan zona hijau atau kuning tetap salat Id di wilayahnya masing-masing. Tidak ke kelurahan lain. Sehingga diharapkan dapat lebih memudahkan dalam pengendalian dan pengawasan Covid-19.

“Alhamdulillah saya sebagai Wali Kota Surabaya merasa bahagia ketika salat Idul Fitri (di masjid atau lapangan) bisa dilakukan. Tapi saya titip kepada warga Surabaya, jangan ketika ini nanti diperbolehkan setelah itu (salatnya) lompat zona. Nah ini nanti yang akan menahan Covid-19 bisa kesulitan,” pesannya.

Selain itu, SE juga bakal berisi tentang pelaksanaan selama perayaan IdulFitri. Seperti pedoman agar tidak melakukan open house hingga bersalam-salaman setelah salat.

“Tadi juga disampaikan Ibu Gubernur terkait silaturahmi dan yang lainnya. Kami juga akan atur di surat edaran. Karena sebenarnya penularan tidak hanya dalam salat, tapi karena nanti setelah salat ada salam-salaman, setelah salat ada makan bersama. Inilah yang sebenarnya bisa mempengaruhi pergerakan Covid-19 di Kota Surabaya,” tuturnya. ana

#ericahyadi #salatidulfitri #zonakuning #zonamerah #zonaoranye

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)