Agus Koecink : Dedikasi pada Seni Berbuah Apresiasi Istimewa Pemerintah Prancis

713 views
Penyematan medali Agus Koecink dilakukan oleh téphane Dovert, perwakilan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia.

iniSURABAYA.com – Agus ‘Koecink’ Soekamto menerima medali kehormatan dari Pemerintah Prancis  ‘Chevalier dans l’Ordre des Arts et des Lettres’ (‘Ksatria dalam bidang Seni dan Kesusastraan’), pada Jumat (3/12/2021).

Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan Prancis, yang saat ini dipimpin Menteri Roselyne Bachelot-Narquin tersebut disematkan langsung di kantor Konsulat Kehormatan Prancis di Surabaya oleh Stéphane Dovert, perwakilan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia.

Menurut Pramenda Krishna A, Penanggung Jawab Budaya & Komunikasi IFI Surabaya, Stéphane Dovert adalah Konselor Kerjasama Kebudayaan yang sekaligus menjabat Direktur Institut Français di Indonesia.

Medali kehormatan ini menjadi bukti komitmen Agus Koecink yang selama lebih dari sepuluh tahun mendukung pertukaran budaya dan seni antara Indonesia dan Prancis.

Pada tahun 2010, seniman kelahiran Tulunggagung tahun 1967 yang menetap di Surabaya ini terpilih untuk berpartisipasi dalam program ‘Mobilitas untuk para pelaku/aktor budaya Indonesia’ ke Prancis.

Sejak itulah kolaborasi Agus Koecink selama ini tidak hanya dikenal sebagai seniman, tetapi juga pengajar, penulis, dan kurator pameran, dengan Prancis berlangsung selama bertahun-tahun.

Pada saat residensi di kota Rouen selama satu bulan, tepatnya di Museum Sejarah Alam Rouen (Muséum d’histoire naturelle de Rouen) yang dipimpin Sébastien Minchin selaku direktur, aktivitas kesenian Agus mendapat perhatian.

Dia pun diberi kepercayaan merancang desain ruang Asia di museum tersebut, untuk koleksi etnografi dari Asia. Museum Rouen pun mengundang seniman kontemporer asal Indonesia tersebut untuk berkolaborasi, menampilkan koleksi etnografi, memadukannya dengan rancangan karya artistik kontemporer sang seniman, dengan dukungan seniman Jenny Lee, pasangannya, yang juga seorang seniman.

Museum Rouen membuat ‘Galeri Benua-Benua’, ruangan dengan koleksi asal masing-masing benua. Menampilkan koleksi dari benua Asia, inilah tugas yang dikerjakan oleh Agus dan Jenny.

Mereka berdua diberi kebebasan penuh untuk memilih koleksi museum yang belum pernah ditampilkan sebelumnya, dari latar belakang kekayaan etnografis, objek-objek yang akan disajikan. Mereka bersama mengerjakan teks presentasi, merancang skenografi.

‘Salle d’Asie’/ ‘Ruang Asia’ diresmikan pada Oktober 2014, selain dihadiri undangan dari museum, juga ada perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Prancis dan tentunya hadir Agus Koecink dan Jenny Lee.

Berkat karya Agus Koecink, objek-objek etnografi asal benua Asia menemukan suaranya lagi dan berdialog dengan koleksi dari benua lain dan berjumpa dengan publik. Melalui berbagai lokakarya selama residensi, Agus mengenalkan seni Indonesia di Prancis.

Sejak kembali dari residensi di Prancis, Agus Koecink telah menggelar beberapa kali pameran karya bertema Prancis, di antaranya ‘Oleh-Oleh dari Prancis’ (2010), ‘Paris et moi’ (2012), ‘Rouen je t’aime’ (2014) bersama Jenny Lee, dengan dukungan pusat kebudayaan Prancis, CCCL/IFI Surabaya.

Menurut Stephane Dovert, kiprah aktif Agus Koecink dalam kesenian menjadikannya aktor penting dalam dialog artistik antara Indonesia dan Prancis. ana

#aguskoecink #prancis #seniman

Penulis: 
author

Posting Terkait

banner 700x100)