Dorong Profesionalisme dan Kompetensi Agen Asuransi, PAAI Lakukan Upaya Ini

Lucia Wenny, Ketua PAAI (dua dari kiri) bersama pengurus dan praktisi asuransi di Hotel Novotel Samator.

iniSURABAYA.com – Selama ini masyarakat masih memandang agen asuransi hanya sebagai tenaga pemasar asuransi, bukan sebagai profesi. Padahal, menurut Dr Ivan, praktisi asuransi, di seluruh dunia, agen asuransi dipandang sebagai profesi penting untuk melindungi keuangan keluarga dalam ketidakpastian.

Hal tersebut disampaikan Ivan di acara yang diselenggarakan Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia, Selasa (29/3/2022).

Bacaan Lainnya

Ivan yang juga Duta PAAI ini menegaskan, profesi agen memiliki nilai tinggi karena dalam setiap pelatihan keagenan selalu ditekankan misi mulia yaitu membantu dan mengedukasi masyarakat dalam menjalankan profesinya.

Agen asurasi jugalah yang membantu masyarakat saat seseorang ditimpa musibah seperti sakit, rawat inap, kecelakaan dan kehilangan orang tercinta.

“Agen asuransi menjadi sahabat di kala duka dan polis asuransi menjadi surat cinta berharga bagi keluarga yang ditinggalkan” urainya.

Hal senada dilontarkan Ita Guntari MM CFP, praktisi akademisi dan Financial Educator. Di forum tersebut Ita berharap agen asuransi menjalankan profesinya secara profesional, bukan hanya sekedar menjual.   

Asuransi, lanjut Ita Guntar, adalah salah satu bentuk pengendalian risiko yang dilakukan dengan cara mengalihkan/transfer risiko dari satu pihak ke pihak lain, dalam hal ini adalah perusahaan asuransi

Di kesempatan itu Ita Guntari juga membahas sekilas mengenai ‘Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi’ (PAYDI) yang selama ini dikenal dengan unit-link.

Pada dasarnya PAYDI itu mencakup dua hal, yaitu melindungi terhadap risiko kematian sebagaimana fungsi produk asuransi dan produk ini juga dikaitkan dengan investasi.

Kita semua memahami bahwa investasi itu selalu mengandung risiko. Produk ini memang tidak sederhana, karena itu penjualnya harus memiliki pengetahuan memadai tentang produk tersebut,” pesannya.

Dorong Kompetensi dan Profesionalisme
Memahami pentingnya kompetensi dan profesionalitas agen asuransi itu pula yang membuat Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) terus berusaha hadir sebagai wadah para agen untuk lebih profesional dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah.

Upaya yang dilakukan PAAI terkait kompetensi dan profesionalisme ini, kata Lucia Wenny, Ketua PAAI, diharapkan bisa jadi bekal bagi agen asuransi sehingga pesan penting tentang asuransi sebagai proteksi finansial masa datang dapat tersosialisasikan dan diterima dengan baik di masyarakat.

Menurut Wenny, sejak berdiri tahun 2016, PAAI terus menggelar berbagai program dalam mencerdaskan para agen asuransi untuk lebih profesional.

“Tagline kami ‘profesi untuk kepentingan nasabah’. Untuk mendukung hal ini kami akan membuat beragam program, seperti membuka kelas khusus, yang diisi oleh team training yang merupakan para praktisi berpengalaman,” begitu ungkapnya.

Mengingat pentingnya asuransi dan besarnya manfaat yang diberikan, Wenny berharap semakin banyak agen yang akan bergabung dalam wadah PAAI. Sehingga secara bersama-sama berjuang dengan ritme yang sama dalam meningkatkan sumbangsih dan partisipasi industri asuransi dalam membangun perekonomian.

Mengutip data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), industri asuransi jiwa telah melindungi sebanyak 65,56 juta jiwa masyarakat Indonesia  pada tahun 2021.

Sementara, total klaim dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi jiwa sebesar Rp 159,43 triliun termasuk klaim Covid-19 yang merupakan bukti nyata komitmen industri asuransi jiwa secara umum.

Berdasarkan data AAJI, dalam periode 2016 sampai Oktober 2021, industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim dan manfaat terkait dengan produk unit-link lebih dari Rp 335 triliun untuk 4,9 juta polis dan 5,5 juta tertanggung.

“Besarnya pembayaran manfaat tersebut juga menunjukkan bahwa industri asuransi jiwa merupakan industri yang likuid, sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu ragu membeli produk asuransi,” tutur Ivan.

Diselamatkan Asuransi
Pengalaman menggunakan asuransi diungkapkan oleh Bayu Wira yang pada tahun 2013 membeli asuransi kesehatan. Kebetulan salah satu produk yang dimiliki adalah  asuransi unit-link.

Bayu tidak menyangka bila tahun 2017 harus mengalami sakit penyakit, dan harus melakukan tindakan operasi yang memerlukan biaya cukup besar.

Bayu benar-benar merasakan manfaat asuransi. apalagi proses klaim begitu mudah dan cepat saat dirawat di Malaysia.

“Tidak terbayangkan apabila di saat sakit kita harus membayar sendiri biaya perawatan yang sangat besar. Saya bersyukur ditangani agen yang sangat responsif dan tanggap,” katanya.

Bayu berharap pengalaman tersebut bisa memberikan wawasan kepada masyarakat luas akan pentingnya memiliki asuransi. “Saran saya buat masyarakat, lebih baik kita paksakan diri bayar uang kecil sekarang daripada nanti kita dipaksa oleh rumah sakit bayar uang besar,” ujarnya. ana

Pos terkait