Kurulus Osman Season 2: Ertugrul Minta Osman Bey Nikahi Putri Sahabatnya

0
1598
Serial drama ‘Kurulus Osman’ Season 2 hadir di layar NET TV setiap Senin-Jumat pukul 21.30 WIB.

iniSURABAYA.com – Jelang bulan Ramadhan, NET TV kembali menghadirkan serial drama berjudul ‘Kurulus Osman’ Season 2. Drama Turki ini akan mengawali deretan program unggulan Ramadhan NET TV mulai Senin (28/3/2022).

Serial yang tayang setiap Senin sampai Jum’at pukul 21.30 WIB ini mengisahkan berdirinya Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman)  oleh  Osman Ghazi. Pejuang muslim ini adalah putra Ertugrul, pemimpin suku Kayi yang mengembangkan wilayahnya lewat perjuangan membantu Kesultanan Rum melawan serangan Kekaisaran Bizantium (bangsa Romawi).

Kisah romansa mewarnai drama ‘Korulus Osman’ dengan hadirnya figur-figur tampan dan cantik Turki dalam lingkaran cerita drama Osman Ghazi atau yang kerap dikenal sebagai Osman Bey.

Di akhir season pertama ‘Kurulus Osman’, Osman Bey bersama pengikutnya berhasil menembus Kastil Kulucahisar dengan menyamar sebagai pasukan Romawi. Osman berhasil mengelabui pamannya yang licik Dundar Bey, dan mendapatkan dukungan dari pengikut ulama Syeikh Edebali dan kakaknya Gunduz Bey untuk menaklukan Kastil Kulucahisar dan menumbangkan Ratu Sofia yang zalim.

Kumandang suara adzan-pun bergema menjadi simbol perjuangan Osman menaklukkan Kulucahisar, dan menjamin warga kastil yang berbeda keyakinan tetap dapat  hidup berdampingan dengan pengikutnya.

Drama Turki ‘Kurulus Osman’ season 2 melanjutkan drama perjuangan Osman Bey  dalam memimpin bangsanya melepaskan diri dari agresi bangsa Romawi (Bizantium) dan Mongol, serta membangun kejayaan Islam Utsmaniyah.

Pasca penguasaan Benteng Kulucahisar oleh Osman dan pengikutnya, Kaisar Bizantium Andronikos II marah besar dan mengutus Aya Nikola menjadi pemimpin baru (Tekfur) untuk merebut kembali Kulucahisar.

Di sisi lain, Ertugrul ayah Osman Bey telah kembali dari misinya, khususnya melakukan perjalanan jauhnya.

Kembalinya Ertugrul yang mengalami sakit keras ternyata membawa wasiat penting untuk putranya, Osman Bey, agar menikahi putri pemimpin yang merupakan  sahabatnya. 

Hal ini bukan saja membuat sedih sang istri Bala Hatun, namun juga Osman Bey yang sulit menerima keputusan tersebut karena mencintai istrinya.

Di sisi lain, perjuangannya semakin berat dengan tekanan yang muncul dari lingkar dalam kerabatnya sendiri, Paman Dundar Bey yang ambisius dan tokoh pemimpin lainnya yang bernama Yavlak Arslan.

Belum lagi tekanan dari bangsa Mongol dan Romawi yang tentunya tak membiarkan Anatolia lepas dari kekuasaannya.

Menurut Yeni Anshar, Direktur Programming NET, layaknya drama penuh konflik dan intrik, serial yang mendapatkan julukan ‘Game of Thrones’ versi muslim ini  menghadirkan cerita dalam setting middle age yang tentu dikemas secara lebih paripurna dengan teknologi terkini.

Selain fenomena menarik drama khas Ottoman dari Turki, latar panorama pemandangan lokasi syuting di Turki menjadi salah satu daya tarik penggemarnya.

“Belum lagi  plot alur cerita yang tak terduga layaknya drama nyata kehidupan dan tentunya keterlibatan wajah-wajah rupawan Euro-Asia yang begitu diminati penonton dizi di  Indonesia.  

“Selain menghadirkan latar belakang panorama indah di Turki, drama ketegaran hati, ketulusan cinta dan pengkhianatan mewarnai season kedua dari serial menarik ini,” imbuh Yenny Ansar. wid

Comments are closed.