
Danang kemudian memaparkan, ada tiga metode yang dapat digunakan saat masuk tol. Salah satu metodenya, yakni electronic on board telah digunakan sejumlah pengemudi pada saat ini.
“Ada tiga metode yang bisa dipilih, yaitu electronic on-board unit, on board unit, dan electronic route ticket,” tuturnya.
Menurut Danang, setiap metode memiliki spesifikasi yang berbeda-beda meskipun kegunaaannya sama. Misalnya, pengguna yang ingin membeli electronic route ticket dapat melakukannya di aplikasi MLFF maupun situs resmi, dengan memilih titik masuk dan keluar tol.

Sementara itu, untuk metode electronic onboard (E-OBU) ialah aplikasi yang diunduh pada ponsel dan terintegrasi dengan sistem pembayaran di gerbang tol.
“Bedanya dengan onboard unit, kalau onboard perangkatnya ditempel di kendaraan, kalau electronic onboard di ponsel,” bebernya.
Dengan sistem tersebut, kata Danang, pengguna jalan tol lebih nyaman dalam melakukan perjalanan melalui efisiensi biaya operasi dan juga meminimalisir bahan bakar kendaraan.
Danang menandaskan, dengan penggunaan inovasi dalam hal teknologi transaksi nirsentuh di jalan tol ini diharapakan tidak ada lagi antrean kendaraan di pintu tol yang membuat konsumsi bahan bakar berlebih.
“Dari kajian awal yang dilakukan sesuai dengan penerapan teknologi MLFF yakni sangat perlu. Teknologi ini memberikan dampak signifikan karena bisa memberikan penurunan efisiensi bahan bakar dan emisi,” imbuhnya. wid
















