Surabaya Grammar School Beri Siswa Bekal Ketrampilan Hidup, dan Inilah Hasilnya

0
790
Siswa-siwa Surabaya Grammar School

iniSURABAYA.com – Guna menyiapkan siswa-siswa tangguh yang siap menghadapi tantangan di masa depan, Surabaya Grammar School (SGS) menekankan pentingnya ‘life skills’ atau ‘ketrampilan hidup’ yang diwujudkan dalam kurikulum dan program kegiatan sehari-hari.

Beberapa program yang menekankan pendidikan ketrampilan hidup di SGS adalah Project Based Assessment, yaitu penilaian berdasarkan hasil tugas atau project based.

“Jadi kemampuan akademik para siswa tidak hanya dinilai dari hasil nilai ujian, tetapi juga hasil tugas akhir mereka,” kata Esti Diah Purwitasari, Kepala Surabaya Grammar School.

Esti menekankan, tugas atau projek yang diberikan bukan hanya dikerjakan dan dikumpulkan, tetapi juga dipresentasikan. “Salah satunya dalam event ‘Science Presentation Day’,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, siswa SMP mengerjakan tugas jangka panjang secara berpasangan. Dikerjakan secara jangka panjang, karena diperlukan proses berminggu-minggu untuk mempersiapkan tugas akhir ini.

Siswa memilih topik yang disediakan guru dan mereka melakukan penelitian lanjutan, mulai dari memilih bahan, mengamati dan mencatat prosesnya, termasuk apabila terjadi kegagalan.

Tahapan selanjutnya yaitu mendapatkan hasil akhir, dan menguji hasil akhir tersebut. Dan terakhir, mempresentasikan di depan orang lain.

Selain mengamati dan melakukan proses penelitian, di kegiatan ‘Science Presentation Day’ ini siswa juga berlatih mempresentasikan hasil karyanya.

“Bukan hanya kepada teman-teman dan guru mereka, tetapi juga kepada orang tua dan pihak luar, yaitu tamu undangan,” tegasnya.

Menurut Esti, kemampuan presentasi ini juga merupakan bagian dari ‘life skills’ yang terus dilatihkan kepada para siswa.

Esti lalu menunjuk beberapa hasil penelitian yang dilakukan siswa, misalnya Teh ‘Tuberose’ sebagai Minuman Pereda Stress, Penggunaan Popok sebagai Media Tanam, Air Lemon untuk Mencegah Pembusukan Makanan, dan Membuat ‘Daging’ dari Sayuran.

Lainnya ada pula Memanfaatkan Minyak Jelantah untuk Membuat Sabun, Garam dan Bawang sebagai Pestisida Alami, Manfaat Bambu sebagai Anti Polusi, Sedotan ‘Bioplastik’, Permen dari ‘Bawang Hitam’, Sabun Lidah Buaya, dan Manfaat Lemon Sebagai ‘Hand Sanitizer’.

“Kami sediakan tema, kemudian kami undi dan mereka yang menentukan. Seperti yang kita lihat ini. Black Garlic yang dijadikan permen identik dengan sesuatu yang manis,” tutur Kristin, guru pembimbing Science.

Sementara Oniel, siswa yang melakukan penelitian terkait tema Permen dari ‘Bawang Hitam’ ini menegaskan, bahwa walaupun garlic terkenal dengan khasiatnya, tetapi tidak semua mau makan.

“Dengan inovasi garlic dijadikan candy atau permen ini harapannya semua masyarakat bisa mengkonsumsinya karena bagus untuk kesehatan,” bebernya.

Kristin berharap murid SGS bisa menjadi pionir-pionir untuk inovasi-inovasi sehingga kedepannya setelah riset kelanjutan, bisa di produksi lebih besar dan di edarkan di masyarakat. ana

Comments are closed.