
Kelompok musik pendatang baru ini diperkuat personel Maritza Inaz Tasyakurina, Reina Omega Saputra, Kevin Aldianto, Obed Nelsen Benedicto, Mirza Haykal Shaqiel, dan Glenn Marcel Sinambela.
Sedang kelompok musik klasik bernama Cygne Blanc yang dinobatkan sebagai Juara 2 malam itu membawakan dua lagu ‘Le Cygne’ dan ‘La Vie en Rose’.
Malam itu, grup musik yang terdiri dari Nasya Lilananda (biola & vokal), Jasmine Sanjaya (biola & piano), Viona Natalie Sanjaya (cello & piano), dan Azelia Javelyn Kho (biola) ini mengawali aksi mereka dengan gerakan balet yang ditarikan oleh Azelia.

“Cygne Blanc dalam bahasa Prancis artinya angsa putih. Karena itu kami ingin menguatkan nama itu lewat gerakan tari balet. Kami pun seragam mengenakan busana serba putih,” tegas Azelia.
Komposisi yang mereka bawakan kian menarik ketika Finna Kurniawati, sang guru Cygne Blanc dan Gabriel Laufer, salah satu juri Kontes Musik IFI Surabaya turut gabung bersama musisi-musisi muda ini.
Menurut Sandra Vivier, Direktur IFI Surabaya, ‘Fête de la Musique’ adalah sebuah acara yang muncul di Prancis sejak 40 tahun lalu, dan sekarang dirayakan di lebih dari 120 negara.
“Dua tahun adalah masa yang tidak mudah bagi para musisi dengan adanya pandemi, menjadi sebuah keharusan untuk mengembalikan jiwa di panggung musik lokal. Itulah mengapa kami ingin mengadakan kontes yang 100 persen live,” ujarnya. ap
















