PWI se-Madura Rapatkan Barisan: Jaga Kemerdekaan Pers, Tolak Labeling ‘Londo Ireng’

0
1

iniSURABAYA.com | MADURA – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Madura menyuarakan kecaman tegas terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang menggunakan istilah kolonial ‘Londo Ireng’ untuk menggambarkan kalangan pers.

Sikap bersama ini ditegaskan oleh empat Ketua PWI di wilayah Madura. Ini bentuk pertanggungjawaban moral dan bentuk perlindungan terhadap martabat profesi jurnalistik.

Penolakan keras tersebut disampaikan secara kompak oleh Faisal Warid, Ketua PWI Sumenep, Hairul Anam, Ketua PWI Pamekasan, Hanggara Pratama Syahputra, Ketua PWI Sampang, serta Mahmud Ismail, Ketua PWI Bangkalan.

Mereka menilai penggunaan istilah bernuansa kolonial tersebut sangat merendahkan profesi wartawan dan mencederai kemerdekaan pers. “Kami mengecam keras pernyataan yang mengaitkan wartawan, jurnalis, maupun lembaga swadaya masyarakat dengan istilah ‘Londo Ireng’,” tegas Warid.

Anam menambahkan, Istilah tersebut bersifat merendahkan martabat profesi dan mencederai semangat kemerdekaan pers yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

1 2 3

Comments are closed.