Harumkan Nama Bangsa Lewat Esports, Richard Permana dan Bang Fayad Beber Tips Jadi yang Terbaik di Tingkat Internasional
Intinya, lanjut Bang Fayad, perlu diingat bahwa tidak pernah ada yang sia-sia, terutama ketika kita berjuang untuk kepentingan negara. “Dukungan pasti selalu datang, bahkan dari orang-orang yang tidak paham tentang game,” tandasnya penuh optimisme.
Lebih jauh, Bang Fayad menjabarkan perbedaan atlet luar dengan atlet Indonesia. Menurutnya, atlet Thailand unggul di Asia Tenggara karena attitude mereka.
“Hampir semua negara Asia Tenggara cukup sulit mengungguli Thailand. Sejak masih kecil, mereka terbiasa dengan sikap disiplin. Karena itu, Indonesia dengan budaya dan kebiasaannya tersendiri, misalnya gotong royong, sistemnya harus dibentuk sendiri agar dapat sukses mengungguli negara lain,” pesannya.
Menanggapi hal yang sama, Richard optimis Indonesia dapat terus berprestasi di tingkatan internasional.
Meski belum bisa mengungguli negara lain di pertandingan tertentu, kita perlu lihat faktor penyebab kekalahannya, apakah karena faktor luck, kekalahan tipis, atau kekalahan yang jauh.
“Namun, terlepas dari itu, saya tetap percaya Indonesia memang ‘jago-jago’ dalam mengikuti kompetisi hingga bisa juara di tingkat internasional. Selanjutnya, yang perlu kita persiapkan adalah ekosistem dan lingkungannya,” pungkasnya.
Di forum tersebut, Debora Imanuella, SVP UniPin Community yang menjadi moderator menyebutkan bahwa webinar yang diselenggarakan ini didukung langsung oleh Garudaku Academy, platform esports terdepan karya anak bangsa.
















