
Senada dengan Ichwan, Neny Gunarso, owner Galeri Pamarsa menyatakan penikmat cerutu harus meyakini bahwa cerutu produk lokal ini tak kalah nikmatnya dengan cerutu impor yang pasti mahal harganya.
“Produk cerutu kita sudah bervariasi dari yang murah hingga mahal. Hebatnya lagi, DNT, produk cerutu dari Jember ini dikelola anak muda yang masih berusia 25 tahun,” cetusnya.
Neny menekankan, dalam program ‘Spice Up Your Taste’ ini Galeri Kreatif UMKM Pamasa menghadirkan produk-produk UMKM berkualitas tinggi yang layak diangkat sebagai produk unggulan Indonesia di mancanegara.
Jenisnya mulai dari olahan coklat, cabai, ikan, rempah, hingga tembakau yang sudah sangat dikenal di mancanegara.

Emping kecombrang matah, canape berbahan dasar emping blinjo dipadukan rajangan sambal matah, rajangan kecombrang serta cabe rawit dan sedikit sentuhan rasa segar dari jeruk nipis, gurih dan segar adalah rasa yang ingin diangkat pada canape ini.
Cabuk Rambak, tampilan fusion canape dengan bahan dasar potongan ketupat di balur bumbu wijen dengan kerupuk puli. Ada pula semanggi, pecel punten, opak kali sambal pecel, talam pandan adalah berbagai olahan masakan tradisional yang kemudian ditampilkan dalam bentuk lebih mengglobal dengan sajian berbentuk canapé, menu ringan yang dikembangkan dari Perancis serta berukuran kecil-kecil. ap
















