
Dengan menggandeng universitas lain seperti Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, dan Universitas Hasanuddin, Eddy percaya bahwa iDerm4U akan lebih berkembang.
Eddy menekankan bahwa saat ini metode klasifikasi dengan kecerdasan buatan dalam iDerm4U telah dipatenkannya. “Kami pun sedang upayakan agar bisa diakses masyarakat,” imbuhnya.
Dosen Departemen Teknik Komputer ini berharap platform yang digagasnya bersama tim dari universitas lain dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas dan memberi dampak positif bagi mereka.
“Selain oleh sektor kesehatan, saya harap platform ini dapat digunakan sebagai pembelajaran di dunia pendidikan medis,” pungkasnya. ana















