
Menurut Chef Danang, nasi goreng ini selalu dipilih untuk menjadi tantangan penikmat kuliner, karena menu Nasi Goreng Jumbo Cak (JK) ini jadi makanan favorit di hotel bintang 4 di pusat Kota Surabaya tersebut.
Lagipula, kata Chef Danang, nasi goreng ini sudah mendunia selain rendang. “Khusus untuk Nasi Goreng JK ini dikenal karena tingkat kepedasan luar biasa. Bagi orang Surabaya, makan makanan yang gak pedas kan gak nikmat,” cetusnya.
Selain rasa lombok yang kuat, lanjut Chef Danang, Nasi Goreng JK juga banyak racikan rempah-rempahnya. “Ini yang membuat menu ini selalu dicari tamu setiap berkunjung ke hotel ini,” paparnya.
Khusus untuk gelaran Nasi Goreng JK Competition ini, Chef Danang menekankan, komposisi lomboknya 35 persen dari berat nasi goreng yang totalnya 2 kg. “Jadi sekitar 700 gram di setiap wajan,” urainya.


Bagi peserta yang lolos ke baba final, tantangannya adalah menghabiskan nasi goreng yang disajikan dalam bentuk tumpeng. “Ini kehormatan bagi peserta yang lolos ke final nanti. Nasi gorengnya tidak hanya satu wajan, tetapi satu tumpeng,” ujar Chef Danang.
Tantangan tersebut dianggap sepadan dengan hadiah yang bakal diterima peserta. “Kali ini kami siapkan hadiah berupa gold bar bagi juara di babak final,” kata Yoga, FnB Manager Surabaya Suites Hotel.
Sedang hadiah lainnya adalah uang, dan voucher menginap serta voucher FnB. “Di babak final kami juga minta peserta untuk mengenakan busana yang khas untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan kita,” pesan Yoga. ap
















