Catatkan 547 Dokumen, Unusa Raih Peringkat ke-1 di Publikasi Scopus

Kerja keras Unusa telah terbayar dengan mendapatkan hasil peringkat yang sangat memuaskan. Bagi seorang dosen, menulis jurnal bukan hal yang mudah dilakukan. Karena membuat jurnal harus dengan sistematis, sehingga susunan setiap bab berurutan serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami pembaca.
Bahkan, untuk melakukan penelitian butuh waktu yang tidak sedikit. “Selain di luar negeri, di Indonesia, sudah banyak jurnal yang juga terindeks Scopus,” cetusnya.
Untuk tembus ke jurnal Scopus, kata Afwan, peneliti perlu membuat manuscript yang berkualitas dan mudah dipahami.
“Pembuatan manuscript yang baik akan memudahkan pembaca dalam memahami isinya,” beber pria pengelola Journal of Islamic Civilization (JIC) Unusa yang juga sudah Sinta 3.
Afwan menegaskan, perlu dicermati dua hal penting agar pembuatan manuscript dapat optimal yaitu konten dan presentasi. “Kita juga bisa membaca beberapa jurnal yang masuk Scopus sebagai referensi penulisan. Sebagai informasi, di Unusa telah memiliki 11 Jurnal yang sudah terindeks Sintas,” pungkasnya. ana
















