
Tak dapat dipungkiri bahwa langkah awal modest fashion di Indonesia dipelopori oleh desainer busana muslim seperti Dian Pelangi atau Ria Miranda. Ada juga Itang Yunasz yang memasukkan unsur tradisional nusantara dalam rancangannya.
Di dalam periode yang berdekatan, beragam desain busana muslim dan berhijab menjadi sorotan. Muncullah berbagai jenama modest fashion yang bernuansa muslim.
Bahkan, gaya busana berhijab juga mengisi hampir setiap halaman majalah fashion dan tampil di berbagai media massa. Tentunya hal tersebut menjadi fenomena yang tak bisa dilepaskan dari fakta bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam serta paralel dengan kondisi pascareformasi, ketika kebebasan mengenakan simbol agama dalam berbusana makin memiliki ruang.
Hingga sekarang, terlihat bahwa desain busana muslim Indonesia sudah mampu menancapkan kuku-kukunya. Hal ini terbukti dari hasil penjualan produk fashion yang makin menyebar di berbagai belahan dunia. Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan pada Agustus lalu menunjukkan data bahwa nilai ekspor busana muslim Indonesia pada semester I 2022 mencapai US$2,8 miliar, meningkat 39,86 persen year-on-year sebesar US$2,04 miliar.
“Kami berada di peringkat ke-13 dari eksportir pakaian muslim (terbesar) dunia,” ungkapnya.
















