
Pemeran sosok Bergas di film Inang ini menambahkan, sebetulnya dia ingin belajar mengenai perhitungan ‘hari baik’ ini. “Tetapi ternyata tidak semudah yang aku pikirkan. Rumusnya berbeda,” katanya sambil tertawa.
Dimas menandaskan bahwa sebagai orang yang lahir di lingkungan berdarah Jawa, dirinya juga meyakini mitos yang banyak beredar di Tanah Air. “Saya sedari kecil sudah mendengar hal-hal tersebut. Dan demi kebaikan, saya juga ikuti keyakinan itu,” ujarnya.
Menurut Dimas, bukan tanpa sebab dirinya meyakini mitos tersebut. “Karena mitos itu pasti lahir dari riset leluhur kita yang sudah berapa tahun, bahkan bisa jadi ratusan tahun, sampai akhirnya dipercaya secara turun temurun,” katanya.
Film produksi IDN Pictures yang diputar di seluruh gedung bioskop di Tanah Air sejak 13 Oktober lalu ini menggambarkan perjuangan seorang perempuan melawan kekuatan jahat yang ingin mengambil alih kehidupan bayinya.
Sebagai film horror-thriller dengan segudang unsur thrilling dan jump-scare, ‘Inang’ menawarkan pelajaran yang berharga seputar perjuangan perempuan, kasih sayang orang tua, dan realita kehidupan yang dibalut unsur mitos Jawa yang menjadi inspirasi utama film ini, yaitu Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan.
Fajar Nugros, Head of IDN Pictures & Sutradara Film ‘Inang’ menyampaikan alasan cerita ini penting untuk diangkat. “Berangkat dari pengalaman saya yang mengalami berbagai tradisi selametan, saya jadi tertarik untuk mengeksplor tema ini lebih lanjut,” ujarnya.
















