
Banyaknya perubahan secara signifikan yang terjadi selama pandemi tidak hanya berat bagi orang dewasa, namun juga membingungkan bagi anak-anak dan berpengaruh pada tumbuh kembang si Kecil.
Menurut psikolog Ajeng Raviando Psi, kondisi yang tak menentu seperti pandemi juga membuat pola stimulasi dan lingkungan mengalami perubahan cukup signifikan, misalnya seperti meningkatnya paparan gadget dan berkurangnya interaksi langsung dengan lingkungan.
Kondisi ini dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Segala perubahan ini menambah urgensi untuk menyiapkan si kecil menghadapi masa depan yang dinamis dan semakin dibalut ketidakpastian.
“Disini peran orang tua semakin penting untuk memastikan si kecil mendapatkan perasaan aman dan mendukung stimulasi untuk optimalkan kecerdasan emosionalnya,” tuturnya.
Untuk membantu orang tua menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak, baru-baru ini CDC membuat penyesuaian surveillance milestones & tools, terutama pada checklist untuk anak usia 15-30 bulan -intervensi dini atau sebelum usia sekolah sangat diperlukan karena dapat memiliki dampak yang signifikan pada kemampuan anak untuk mempelajari keterampilan baru.
Menyadari bahwa para ibu membutuhkan panduan baru untuk menjawab tantangan ini, Enfagrow yang mengerti bahwa stimulasi, nutrisi, dan lingkungan merupakan faktor yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak, terutama kecerdasan akademis dan emosionalnya, berinisiatif menghadirkan acara A+ Masterclass yang diadakan di Surabaya (30/10/2022).
















