Susu Formula Dapat Menurunkan Kecerdasan Anak? Simak 5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak Berikut Ini

ILUSTRASI : Tokopedia

iniSURABAYA.com – Dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada 12 November, Tokopedia bersama dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA MARS mengupas tuntas lima mitos dan fakta seputar kesehatan keluarga dan anak.

Sebagai dokter spesialis anak, Tiwi mengingatkan, orang tua sebaiknya lebih bijak dalam menyikapi informasi terkait kesehatan anak yang beredar di media sosial.

Bacaan Lainnya

Simak mitos dan fakta seputar kesehatan keluarga dan anak berikut:

  1. Mitos: Susu formula menurunkan kecerdasan anak
    “Faktanya, kecerdasan anak ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni kebutuhan asuh (makanan dan minuman bernutrisi), kebutuhan asih (pemenuhan kasih sayang) dan kebutuhan asah (stimulasi yang tepat). Susu formula di sisi lain, bisa menjadi solusi yang bisa membantu anak di atas satu tahun menaikkan berat badan,” ungkap dr Tiwi.
    Dokter Tiwi menyarankan orang tua untuk mengeksplorasi berbagai jenis olahan susu, misalnya es krim atau gelato, agar lebih menarik bagi anak. Salah satunya susu olahan yang bisa dijadikan pilihan adalah gelato Grofato yang diformulasikan dr Tiwi dan bisa didapatkan di Tokopedia.
    “Penjualan susu formula di Tokopedia, naik lebih dari 21 kali lipat selama kuartal III 2022 dibandingkan periode yang sama di 2021,” ungkap Ramadhan Niendraputra, Head of Category Development Tokopedia.
  2. Fakta: Bayi ‘bau tangan’ bukan hal buruk
    Bayi ‘bau tangan’ adalah istilah untuk bayi yang selalu ingin digendong. “Pada dasarnya bayi perlu digendong karena bayi perlu merasakan keamanan serta sentuhan yang hangat. Menggendong bayi juga dapat menumbuhkan rasa percaya bayi terhadap orang tua,” tutur dr Tiwi.
    Tokopedia melihat produk gendongan merupakan salah satu produk yang paling laris di sub kategori Ibu dan Bayi selama kuartal III 2022 dibandingkan periode yang sama di 2021.
  3. Mitos: Bayi perempuan lebih cepat bicara
    Jenis kelamin bayi tidak menentukan kemampuan berbicara. “Kecerdasan terbentuk dari kromosom X. Walau perempuan memiliki dua kromosom X dan laki-laki hanya punya satu kromosom X, tanpa adanya stimulasi maka kemampuan berbicara tidak akan terangsang,” ujar dr Tiwi.
    Dokter Tiwi menyatakan, ada berbagai contoh kegiatan untuk menstimulasi kemampuan berbicara anak, misalnya bercerita dan membaca bersama anak. “Buku cerita anak menjadi salah satu produk yang paling dicari masyarakat pada kategori Buku di Tokopedia pada kuartal III 2022,” papar Ramadhan.
  4. Fakta: Anak harus tetap mandi saat sedang sakit
    Kulit merupakan lapisan paling luar yang berfungsi melindungi tubuh dari berbagai kuman dan penyakit, maka kesehatan kulit menjadi semakin penting saat anak sakit. Apabila seorang anak sakit, ia tetap harus menjaga kesehatan kulit dengan mandi air hangat. Di kuartal III 2022, sabun anak dan bayi menjadi salah satu produk paling diburu masyarakat di Tokopedia pada kategori Ibu dan Bayi.
  5. Mitos: Anak jinjit saat belajar jalan adalah hal tidak wajar
    “Berjinjit adalah tahapan awal belajar jalan. Bayi yang menggunakan baby walker sebagai stimulan saat belajar jalan akan cenderung berjinjit untuk mengenali permukaan lantai sebelum benar-benar lancar berjalan,” ujar dr Tiwi.
    Baby walker sendiri menjadi salah satu produk yang paling dicari masyarakat pada sub kategori Mainan dan Aktivitas Bayi di Tokopedia selama kuartal III 2022.

“Masyarakat khususnya orang tua bisa menemukan berbagai produk kebutuhan keluarga dan anak di Tokopedia Parents. Ekosistem khusus ini juga mempermudah orang tua bergabung ke komunitas yang relevan dan mendapat informasi tentang tumbuh-kembang anak, keluarga dan rumah tangga,” kata Ramadhan. ana/*

Pos terkait