

Pelajaran hidup dari sang ayah inilah yang kemudian dia lanjutkan hingga saat ini. Pria yang sehari-harinya berdinas di RSAL dr Ramelan Surabaya ini bersyukur bisa istikomah selama 22 tahun menyalurkan dana dari donatur melalui bendera YBSI.
“Saya hanya membantu menyalurkan titipan kepada mereka yang membutuhkan. Sama seperti pangkat, jabatan, harta, dan anak adalah titipan,” urainya.
Menurut Hisnindarsyah, aksi berbagi itu dia mulai dari diri sendiri. “Semampunya. Mampunya lima orang atau 10 orang tetap saya lakukan,” bebernya.
Hisnindarsyah meyakini, tidak ada orang miskin karena berbagi atas harta yang dia miliki. “Untuk amal itu hitungannya 1+1 tidak 2, tetapi sama dengan 11!” tandasnya.

Dan terbukti, aksi berbagi itu tetap dapat dilakukan hingga sekarang. “Kegiatan (berbagi) ini saya lakukan sejak masih berpangkat letnan satu sampai sekarang. Ini tahun keempat saya sebagai kolonel di usia 50 tahun. Saya tidak menyangka bisa terus melaksanakan kegiatan seperti ini,” ucapnya.
















