

Intinya, lanjut Mustafa, adalah mengajak anak-anak disabilitas itu lepas dari rutinitas sehari-hari, dan bisa bermain.
Di tempat yang sama, Eko Doto Nugroho, Ketua Pelaksana Acara memberi contoh. “Misalnya untuk kegiatan tali temali dapat menumbuhkan daya ingatnya. Kan ada pola-pola yang harus dibuat,” paparnya.
Yang tak kalah seru adalah kegiatan masak bersama Dapur Kuliner Manda. “Melalui kegiatan ini kami mengajak anak-anak ini mengenal fungsi masing-masing alat memasak,” urainya.
Eko menyatakan, peringatan Hari Disabilitas Dunia kali ini sengaja mengangkat tema ‘Setara di Ruang yang Sama’. “Harapannya acara ini dapat memberikan ruang yang sama buat anak-anak disabilitas, bersosialisasi dengan sesama. Dan menekankan bahwa ruang mereka sama dengan kita,” tegasnya. wid
















