
Disinggung soal alasan memilih Kota Surabaya sebagai yang pertama menerima bus listrik tersebut di Indonesia, Suharto mengaku, karena Surabaya memiliki komitmen yang kuat. “Bahkan, masyarakatnya juga aware. Kalau Surabaya tidak berperan dalam mengurangi kendaraan pribadi, maka lama-lama Surabaya akan seperti Jakarta tahun lalu,” cetusnya.
Suharto menambahkan, total yang dioperasikan saat ini di Kota Surabaya sebanyak 17 bus listrik, dan secara bertahap akan ditambah. Dia juga mengatakan bahwa saat ini produksi dari karoseri memang terbatas karena permintaannya cukup besar.
“Tapi kami berkomitmen bahwa Surabaya yang pertama. Kita akan evaluasi secara terus menerus. Saat ini kami produksi 53 bus listrik, dan itu akan dioperasikan di dua kota, yaitu Surabaya dan Bandung. Tetapi yang paling besar dan prioritas di Surabaya,” pungkasnya. wid
















