Mulai 1 Januari 2023: PDAM Surya Sembada Berlakukan Harmonisasi Tarif Air Minum, Begini Rinciannya

iniSURABAYA.com – Ada kabar penting bagi warga Kota Surabaya, khususnya pengguna jasa PDAM Surya Sembada. Mulai 1 Januari 2023, PDAM Surya Sembada memberlakuan penyesuaian tarif air minum bagi pelanggan.

Bacaan Lainnya

Menurut Arief Wisnu Cahyono, Direktur Utama (Dirut) PDAM Surya Sembada Surabaya, harmonisasi tarif air minum baru dimaksudkan agar subsidi biaya pemakaian air lebih tepat sasaran, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air.

Kebijakan itu berdasar Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 123 Tahun 2022 tentang Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya.

Arief menambahkan, Perwali Kota Surabaya itu mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum.

Selain itu, juga merujuk Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/775/KPTS/013/2021 tentang Penetapan Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum bagi BUMD Kabupaten/Kota.

“Kebijakan itu ditetapkan setelah melalui kajian dan dalam rangka mewujudkan asas keadilan tarif air minum, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah,” tegasnya.

Karena itu pula, kata Arief, penerapan kebijakan ini menggunakan istilah harmonisasi tarif, bukan kenaikan tarif. Karena memang dari beberapa kelompok pelanggan, tidak hanya turun tetapi malah ada yang digratiskan.

Arief menandaskan, penerapan tarif air minum baru ini dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok 1, kelompok 2, dan kelompok 3.

Setiap kelompok itu, kata dia, tarifnya disesuaikan dengan beberapa klasifikasi, mulai lebar jalan di depan persil pelanggan, luas bangunan, penggunaan persil, pemakaian listrik (daya listrik terpasang), dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) persil tersebut.

“Tarif ketiga kelompok ini berbeda-beda. Yang paling mahal adalah kelompok 3, yaitu bandara dan pelabuhan yang sampai Rp 15.000,” ungkapnya.

Di sisi lain, lanjut Arief, sebagai bentuk kepedulian Pemkot Surabaya, maka pelanggan veteran dibebaskan atau digratiskan dari tarif pemakaian air minum.

Arief menambahkan, bagi pelanggan Rumah Tangga yang memenuhi semua kriteria yaitu lebar jalan kurang dari tiga meter, daya listrik terpasang kurang dari 900 VA, luas bangunan kurang dari atau sama dengan 45 meter persegi.

Kemudian kriteria berikutnya yakni, NJOP kurang dari Rp 100 juta, pemakaiannya hanya 0-30 meter kubik, maka pelanggan rumah tangga ini juga akan digratiskan.

Namun, pemakaian pelanggan yang lebih dari 30 meter kubik, akan dikenakan tarif Rp 2.600.

“Jumlah yang akan digratiskan ini sekitar 48.000 pelanggan, dan PDAM masih memberikan subsidi sekitar Rp 43,4 miliar per-bulan. Inilah namanya harmonisasi, sehingga subsidi kita harus tepat sasaran, tidak seperti selama ini,” urainya.

Melalui harmonisasi tarif baru ini, Arief mengharapkan masyarakat lebih bijak dalam menggunakan air. Sebab, masyarakat selama ini ada yang berlebihan dalam menggunakan air, karena memang kelompok pelanggan perumahan dengan tarif yang berlaku saat ini.

Tarif yang diberlakukan selama ini, sebenarnya di bawah harga pokok penjualan, sehingga masyarakat cenderung berlebihan menggunakan air.

Diketahui, rata-rata pemakaian air saat ini adalah 195 I/orang/hari. sedangkan rata-rata nasional adalah 140 W/orang/hari.

Dengan harmonisasi tarif ini disimulasikan akan terjadi penurunan pemakaian air sampai dengan 25 persen dan tentunya ini akan menambah PAD di tahun depan.

“Mari kita dukung bersama harmonisasi tarif baru air PDAM ini,” pesannya.

Detil harmonisasi tarif baru itu bisa dilihat di link berikut ini: https://www.pdam-sby.go.id/uploads/media/zJMwKIM3YIHgrrn9DftIgan44lDAc2D89CbEUnN9.jpeg wid

Pos terkait