‘Di Antara Hujan’: Ketika Para Seniman Muda Mengenang Masa Kecil

0
1252

Maka yang muncul dalam karyanya itu adalah kancil beserta satwa hutan lainnya. Dan dalam prosesnya, anak kedua dari empat bersaudara ini memadukannya dengan teknik-teknik sulam dan jahit.

Selain itu, pada beberapa bagian, Osyadha juga mengisi dakron sehingga wujud akhirnya adalahi karya tiga dimensi.

“Ibu saya seorang penjahit. Jadi dari kecil terbiasa bermain dengan media tekstil, serta teknik menjahit dan sulam. Itu yang kemudian saya ekspresikan saat berkarya,” urainya.

Disinggung mengenai seni membatik yang dia tampilkan pada karya-karyanya, Osyadha mengaku memperolehnya saat di bangku kuliah. “Waktu semester lima ada mata kuliah membatik,” bebernya.

Pameran yang berlangsung hingga 7 Agustus ini memajang 23 karya dengan berbagai corak dan narasi ide yang diambil dari momen emosional, ingatan masa kecil dan kerinduan pada alam dari keempat seniman muda tersebut.

“Pameran ini adalah bentuk semangat dari keempat perupa dalam menyambut datangnya hujan. Dan hasilnya adalah karya-karya dalam beragam genre, abstract, semi realist, serta pop art,” tutur Friski Jayantoro menambahkan.

1 2 3

Comments are closed.